Sunday, 26 April 2026 |Sunday, 9 Dzulqaidah 1447 H
Visiteurs en ligne : 1.204
aujourd hui
:
18.651
Hier
:
23.172
La semaine dernière,
:
7.342.256
Le mois dernier
:
101.098.282
Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
No data available
News
20 oktober 2007 04:18
Nusa Tenggara Timur Budayakan `Gerakan Membaca 30 Menit Setiap Hari`
Kampanye gemar membaca di Kupang NTT.
Kupang- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) meminta penyelenggara sekolah untuk membudayakan `gerakan membaca 30 menit setiap hari` guna memacu kemampuan membaca di kalangan anak-anak. "Permintaan itu telah disampaikan melalui masing-masing Pemerintah Kabupaten/Kota beserta dinas teknisnya untuk membudayakan kebiasaan membaca agar di masa mendatang anak-anak NTT lebih mampu menjadi pelopor kemajuan bangsa," kata Kepala Biro Humas Setda NTT, Drs Eduard Gana, M.Si, di Kupang, Jumat.
Ia mengatakan bacaan untuk meningkatkan wawasan anak itu bukan hanya buku pelajaran tetapi juga koran dan majalah serta cetakan lainnya sebagai sumber informasi.
Karena itu, pemerintah daerah dituntut untuk mengalokasikan dana APBD atau program kemitraan dengan para donatur untuk menyediakan bacaan koran/majalah dan sumber informasi lainnya. "Kebiasaan membaca, menulis dan berbicara sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia baik melalui media massa, buku dan bahan cetakan lainnya merupakan upaya nyata dalam mendukung `gerakan membaca 30 menit setiap hari` yang dicanangkan para tokoh pendidikan,` ujar Gana.
Menurut dia, pemerintah daerah patut mendukung penyelenggara sekolah untuk berlangganan koran, majalah dan bahan cetakan lainnya selain buku pelajaran.
Namun, kebiasaan membaca bacaan di luar buku pelajaran itu dilakukan di sela-sela kegiatan belajar mengajar di lingkungan sekolah karena tradisi berbahasa Indonesia yang baik dan benar yang dimulai dari lingkungan sekolah. Dengan membaca koran dan majalah setiap hari maka wawasan anak terus bertambah dan kelak mampu meraih kehidupan yang lebih baik karena tantangan hidup di masa mendatang semakin berat.
Sektor pendidikan pun merupakan prioritas utama dalam menyiapkan dan mengantar anak-anak menjadi pribadi yang utuh dan berwatak serta berkembang menjadi warga negara yang mencintai bangsa dan negara. "Tokoh pendidikan asal NTT, Frans Seda, telah menyurati Gubernur NTT, Piet Alexander Tallo, SH, agar mendukung program "membaca 30 menit setiap hari" melalui media massa. Beliau menginginkan anak-anak NTT mampu tampil sebagai pembicara yang ditunjang kemampuan berbahasa yang baik dan benar di tingkat nasional maupun internasional sebagaimana terjadi di masa lampau," ujar Gana.
Sumber : www.republika.co.id Kredit foto : www.nuranidunia.or.id