Saturday, 2 May 2026   |   Saturday, 15 Dzulqaidah 1447 H
Visiteurs en ligne : 0
aujourd hui : 8.076
Hier : 19.785
La semaine dernière, : 192.091
Le mois dernier : 15.288.374
Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

22 oktober 2007 03:01

RI-Malaysia Kian Memanas, TNI Tingkatkan Pengamanan Natuna

RI-Malaysia Kian Memanas, TNI Tingkatkan Pengamanan Natuna

Jakarta- Kian  meningkatnya tensi hubungan Indonesia dengan Malaysia membuat TNI pasang kuda-kuda. Markas Besar TNI-AL, misalnya, mengantisipasinya dengan meningkatkan pengamanan di Selat Malaka, Ambalat dan Natuna.

Menurut  Kepala Dinas Penerangan Mabes TNI-AL Kolonel Laut Iskandar Sitompul, peningkatan operasi ini guna mendukung diplomasi luar negeri pemerintah dengan pihak Malaysia.  ”Lautan kita yang lebih luas dari daratan, tanpa AL yang kuat, tentunya negara kita akan selalu dilecehkan Malaysia,” ujar Iskandar kemarin.  

Seperti diketahui, hubungan antara Indonesia dan Malaysia kembali menghangat belakangan ini. Penyebabnya, di antaranya, razia TKI, terungkapnya pengiriman alat sadap ke Kedubes Malaysia di Jakarta, rebutan lagu Rasa Sayange, dan razia RELA terhadap istri diplomat Indonesia.

”Berbagai peristiwa yang terkait dengan hubungan kita dengan Malaysia itu menyadarkan bahwa kita harus kuat. Kalau kita tidak kuat, kita akan dipandang rendah dan dilecehkan,” kata Iskandar.

Karena itu, Dia mengatakan TNI-AL akan mengerahkan sejumlah kapal perang ke sejumlah titik rawan yang berbatasan dengan Malaysia. TNI-AL juga akan menggelar latihan puncak dengan sandi Armada Jaya. ”Latihan perang ini juga menjadi salah satu tolok ukur kekuatan dan kemampuan personel, bagaimana membuat rancangan suatu operasi yang besar,” paparnya.

Dari Mabes TNI-AD, Kepala Dinas Penerangan TNI-AD Brigjen TNI Ricardo Siagiaan menjelaskan, pihaknya bersama pemerintah daerah Tarakan, Kalimantan Timur memperkuat pertahanan di wilayah perbatasan dengan Malaysia. Tujuannya memperkecil jalur masuk pelaku kejahatan, seperti penyelundupan atau pelaku terorisme ke Indonesia.

Penguatan itu, kata Ricardo, dilakukan dengan cara bertahap. Di antaranya, membangun Markas Komando (Mako) TNI Brigade Infanteri (Brigif) Angkatan Darat, Lapangan Udara (Lanud) Angkatan Udara, dan Pangkalan Utama (Lantamal) Angkatan Laut di daerah tersebut.

Selain itu, sebagai antisipasi keluar masuknya pihak asing, TNI saat ini tengah meningkatkan kegiatan intelijen di wilayah tersebut, khususnya di Nunukan. ”Kita tahu Malaysia sudah melakukan operasi tersebut. Karena itu, untuk mengantisipasi kita juga melakukan operasi yang sama dengan meningkatkan kegiatan intelijen,” jelasnya.

Sumber : Batam Pos
Kredit foto : beta.tnial.mil.id


Read : 3.325 time(s).

Write your comment !