Friday, 1 May 2026   |   Friday, 14 Dzulqaidah 1447 H
Visiteurs en ligne : 354
aujourd hui : 10.816
Hier : 24.716
La semaine dernière, : 192.091
Le mois dernier : 15.288.374
Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

12 desember 2015 07:45

Nyadran Ngropoh, Ritual Ungkapan Rasa Syukur Warga

Temanggung, Jateng - Tradisi nyadran di Desa Ngropoh Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, sebagai salah satu potensi untuk mendukung desa tersebut sebagai desa wisata.

“Tradisi tahunan ini terus kami lestarikan sebagai rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan tradisi ini sebagai potensi pariwisata di desa kami,” kata Kepala Desa Ngropoh, Kecamatan Kranggan, Haryono, di Temanggung, Jumat (11/12/2015).

Pada tradisi nyadran yang diselenggarakan pada Jumat Wage, bulan Sapar penanggalan Jawa itu ratusan warga datang ke Makam Donorojo di Desa Ngropoh dengan membawa “tenong” yang berisi nasi tumpeng, ingkung ayam, dan jajan pasar.

Haryono mengatakan tradisi nyadran sudah berlangsung turun-temurun sejak zaman nenek moyang. Setelah ritual di makam, pada Jumat malam digelar wayang kulit dan pada Sabtu (12/11/2015) malam digelar pentas kesenian tradisional kuda lumping.

Ia mengatakan Desa Nropoh telah dijadikan Desa Wisata di Kabupaten Temanggung bersama 11 desa yang lain.

Ia menyebutkan potensi di Desa Ngropoh, antara lain menyaksikan matahari terbit di Embung Ngropoh, penghasil durian yang selalu diselenggarakan festival durian setiap tahun. Selain itu, Desa Ngropoh juga penghasil gula kelapa dan kopi.

Wakil Bupati Temanggung Irawan Prasetyadi yang menghadiri tradisi nyadran tersebut mengatakan sangat terkesan dengan tradisi itu, masyarakat makan bersama-sama usai memanjatkan doa kepada Tuhan YME.

“Tradisi ini sebetulnya menarik, tetapi masyarakat perlu menggali cerita atau latar belakang tradisi ini,” katanya.

Ia mengatakan pihaknya telah meminta Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Temanggung untuk melakukan pendataan tradisi sejenis yang ada di Temanggung guna melestarikan budaya ini.

 “Tradisi ini memiliki daya tarik, tetapi masyarakat belum menggali yang sebenarnya. Tradisi ini merupakan potensi yang bisa mendukung pariwisata,” katanya.


Read : 1.121 time(s).

Write your comment !