Tuesday, 16 June 2026 |Tuesday, 30 Dzulhijah 1447 H
Visiteurs en ligne : 179
aujourd hui
:
7.099
Hier
:
17.248
La semaine dernière,
:
184.896
Le mois dernier
:
9.252.016
Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
No data available
News
16 desember 2015 03:42
Usai Pentas di Tiga Kota, ‘Opera Kecoa’ Tampil di TBY
Suasana penghuni komplek (Foto: Trasmara)
Yogyakarta, Melayuonline.com – Opera Kecoa, lakon tragis karya N. Riantiarno yang dimainkan oleh Dewan Teater Yogyakarta (DTY), setelah pentas di tiga kota yakni Solo, Tegal, dan Purworejo akhirnya digelar di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Rabu (16/12) malam.
Menurut Putung CM Pudjadi selaku sutradara, lakon ini sengaja dipentaskan di luar kota dulu supaya ada gaungnya sehingga penonton penasaran ingin melihatnya ketika akan dipentaskan di TBY. “Ternyata masyarakat Yogya sangat antusias ingin melihatnya terbukti banyaknya undangan yang diminta,” kata Puntung pada Melayuonline menjelang gladi bersih Selasa (15/12).
Opera Kecoa bercerita tentang cinta segi tiga antara Tuminah, Roima, dan Julini, seorang waria yang mencintai Roima. Warna kegetiran hunian wanita-wanita pekerja seks komersial disebuah perkampungan mendapat ancaman akan digusur oleh pemerintah untuk dijadikan terminal bus. Tapi para penghuni komplek menolaknya karena merasa telah menempati daerah itu cukup lama. Sementara percintaan Roima dan Tuminah terjalin tanpa menghiraukan hiruk pikuk ancaman penggusuran. Di pihak lain, Julini selalu mengejar Roima. Dan tragis, dalam sebuah perselisihan antara petugas dan penghuni komplek, Julini tertembak oleh senapan petugas. Ia mati dengan lega di pelukan Roima.
Puntung Pudjadi dibantu oleh asisten sutradara Wahyono Giri MC dan Bambang KSR, musik ditangani Pardiman Djoyonegoro dan Gito Gilang. Sedang para pemain didukung oleh Udik Supriyana, Daru Maheldaswara, Daning Hidayat, Anchu, Puju Rahayu, Septian Lovena, Agus Fatwa dan didukung oleh puluhan siswa SMKI Bantul dan para komunitas teater dari UNY dan UPY (Universitas PGRI Yogyakarta).
DTY pada tahun depan diminta juga untuk menampilkan Opera Kecoa di Kediri dan Cilacap. Sekarang ini sedang dipersiapkan berbagai acara untuk mendukungnya. “Banyak sambutan dari luar kota supaya DTY bisa tampil membawakan Opera Kecoa,” kata Joko Santoso, Pimpro Opera Kecoa. *(Teguh R Asmara)