Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
No data available
News
27 april 2007 07:35
Raja Malaysia ke-13 Resmi Naik Tahta
Kuala Lumpur- Raja Malaysia ke-13 resmi naik tahta, Kamis (26/4) dan berjanji akan memerintah negara dengan bijaksana dan menjaga kesucian Islam dalam satu upacara yang diperingati dengan ritual tradisi Malaysia dan arak-arakan kebesaran kerajaan.
Dengan mengenakan jas hitam agung yang disulam dengan benang emas berikut tali pinggang dengan gesper berhias batu merah delima, Sultan Mizan Zainal Abidin dilantik sebagai Yang di Pertuan Agong –gelar Malaysia untuk raja– di Istana Nasional. Pemimpin-pemimpin pemerintahan dan para diplomat menyaksikan dengan seksama saat Mizan, 45 tahun, dengan sungguh-sungguh menghunuskan “Pisau Belati Panjang Kerajaan” –simbol kekuasaan dan wewenangnya– dan memproklamirkan bahwa ia akan “memerintah Malaysia dengan adil dan setiap saat menegakkan agama Islam.”
Upacara yang berlangsung selama satu jam –yang dirayakan bertepatan dengan libur nasional bagi kantor-kantor pemerintahan dan bank-bank– diwarnai dengan bunyi terompet, 21 tembakan penghormatan dan teriakan “Daulat Tuanku!” yang menggema di seluruh ruang singgasana.
Mizan sendiri mengenyam pendidikan awal di Terengganu dan pendidikan lanjutan di Australia serta US International University-Europe di London, dimana ia meraih gelar sarjana dalam bidang hubungan internasional. Ia juga pernah belajar di Akademi Militer Kerajaan Sandhurst Inggris.
Sistem Malaysia mengijinkan setiap penguasa negara turun temurun mengambil alih kekuasan sebagai raja konstitusional negara itu untuk setiap lima tahun. Namun peran raja hanya simbolik dan kekuasaan untuk memerintah berada pada parlemen dan perdana menteri.
Begitupun, PM Abdullah Ahmad Badawi menekankan bahwa pelantikan Mizan merupakan jaminan bagi kelanjutan mayoritas Muslim etnis Melayu negara itu yang menganggap raja sebagai penegak tertinggi tradisi Melayu dan pimpinan simbolik Islam. “Mulai hari ini, di saat yang agung ini, Seri Baginda naik tahta dan berdiri sebagai pilar negara Malaysia,” kata Abdullah.