Saturday, 13 June 2026   |   Saturday, 27 Dzulhijah 1447 H
Visiteurs en ligne : 0
aujourd hui : 500
Hier : 18.545
La semaine dernière, : 227.151
Le mois dernier : 9.252.016
Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

24 oktober 2007 01:45

Warga Naqsabandiah Ziarah ke Makam Syekh Burhanuddin Kuntu

Warga Naqsabandiah Ziarah ke Makam Syekh Burhanuddin Kuntu

Kampar Kiri- Sekitar 800 jamaah Thariqat Naqsabandi, terutama yang berada di Kabun, Saran, Aliantan, dan wilayah eks Batu Bersurat dan sekitarnya, Ahad (21/10), mengunjungi makam Syekh Burhanuddin Kuntu di Desa Kuntu, Kecamatan Kampar Kiri. Selain mengirimkan doa kepada ulama yang mendirikan dan mengembangkan thariqat ini, para penziarah juga mendapatkan taushiyah dari Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam Batu Bersurat H Alaiddin Aidarus.

Menurut keterangan Buya H Junaidi selaku Kepala Pondok Pesantren Syekh Burhanuddin Kuntu sebagai tuan rumah, ziarah ke makam Syekh yang dilahirkan di Makkah dan meninggal di Kuntu ini, sudah dilakukan sejak 1980-an, terutama sejak jamaah thariqat menyadari bahwa pusara syekh tersebut terletak di Kuntu. Mereka berdatangan dari segala penjuru tempat thariqat ini menyebar. Ada yang datang berombongan dan tidak sedikit pula yang datang perorangan. Waktu kedatangan mereka juga tidak bisa dipastikan.

“Namun jamaah dari Batu Bersurat ini biasanya yang paling besar. Mereka sudah mempunyai jadwal tetap, yaitu satu hari setelah pelaksanaan hari raya puasa enam,” kata H Junaidi.

Sempena dengan pelaksanaan ziarah ini, Gubernur Riau melalui Satuan Karya Ulama Indonesia Provinsi Riau, juga berkenan memberikan sumbangan sebanyak Rp20 juta untuk rehabilitasi Surau Suluk Syekh Burhanuddin Kuntu. Menurut Wakil Ketua Satkar Ulama Indonesia Provinsi Riau H Anwar Tamimi yang menyerahkan bantuan tersebut, bantuan ini sangat berguna untuk memperbaiki surau suluk yang kondisinya cukup memprihatinkan.

“Pak Gubernur menyampaikan bahwa surau suluk adalah wahana yang paling vital untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Gubernur juga berharap agar dengan direhabnya surau suluk ini, kegiatan Thariqat Naqsabandi bisa berjalan lancar,” kata Anwar Tamimi di depan ratusan jamaah thariqat tersebut.

Anwar juga menyebutkan, warga Thariqat Naqsabandi sudah menyebar tidak hanya di Riau, tapi juga di Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Barat, Sumatera Utara, sampai ke Jawa, Malaysia, dan bahkan hampir di seluruh dunia.

“Kita berharap, sebagai sentra Thariqat Naqsabandi, para jamaah bisa meningkatkan kreativitasnya dan berpegang teguh kepada ajaran yang diajarkan oleh Tuan Guru,” kata Anwar lagi.

Dalam pada itu Makam Syekh Burhanuddin Kuntu itu sendiri termasuk salah satu makam yang dimuliakan oleh Allah SWT. Menurut pengikut thariqat ini, Syekh Burhanuddin Kuntu diperkirakan lahir 530 H atau 1111 M di Makkah Almukarramah dan meninggal pada 610 H atau 1191 M. Semasa hidupnya, Syekh Burhanuddin Kuntu pernah tinggal selama 20 tahun di Kuntu dan meninggal dunia di sana.

Banyak hal-hal menarik yang dianggap keramat oleh masyarakat, baik pengikutnya maupun masyarakat luas, yang kemudian menjadikan imam ini menjadi mulia. Salah satunya adalah dua batu nisan yang menandai makamnya. Menurut H Junaidi, pimpinan Ponpes Burhanuddin Kuntu, batu nisan tersebut asalnya adalah pohon sungkai yang menjadi batu. Sejak ditanam hingga sekarang tak ada yang bisa mencabutnya. Bahkan, seekor gajah mencabutnya dengan belalai. Selain tak tercabut, ternyata gajah itu langsung mati.

“Dulu tebing Sungai Subayang atau Sungai Kampar Kiri ini sering runtuh, namun setelah Syekh Burhanuddin bermakam di sana, tebing tersebut tak pernah runtuh lagi, bahkan aliran sungai itu beralih ke tempat lain,” kata Junaidi.

Namun demikian, Junaidi menyampaikan bahwa tuah sang imam dan makamnya ini jangan sampai disalahartikan oleh masyarakat. Menurutnya, berkah yang dilimpahkan oleh Allah SWT itu bisa saja di makam Syekh Burhanuddin. Namun hakikat berkah itu sendiri sebenarnya adalah milik Allah SWT.

Sumber : www.riaupos.com
Kredit foto : www.riau.go.id


Read : 4.995 time(s).

Write your comment !