Sunday, 5 July 2026   |   Sunday, 19 Muharam 1448 H
Visiteurs en ligne : 1.713
aujourd hui : 30.620
Hier : 46.771
La semaine dernière, : 251.743
Le mois dernier : 7.211.288
Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

25 juli 2016 08:02

Kemilau Budaya Indonesia Tersaji di Taman Budaya

Pontianak, Kalbar - Keceriaan anak-anak bermain layaknya anak tingang (enggang) yang terbang bebas di alam.

Mereka pun melompat kesana-kemari tanpa adanya beban. Kebersamaan sangat berarti bagi mereka, sehingga hari-harinya tampak selalu ceria.

Dengan balutan busana adat Dayak Kayan, dilengkapi dengan aksesoris bulu tingang di tangannya, mereka mengepakkan tangan layaknya sayap burung tingang yang sedang terbang.

Demikian sepenggal cerita yang terkandung dalam tarian anak tingang, yang dipentaskan oleh tujuh penari cilik dari Sanggar Borneo Tarigas pada Pagelaran Budaya Seni Tradisional Multi Etnis, di Taman Budaya, Jl Jend A Yani, Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (23/7/2016) malam.

Pementasan Tarian Anak Tingang tersebut merupakan satu di antara pertunjukan dalam acara seni yang bertajuk Kemilau Budaya Indonesia di Kalimantan Barat, yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional.

Selain pertunjukan sejumlah tarian dari berbagai etnis di Indonesia, juga ditampilkan sejumlah penyanyi cilik, permainan angklung dan pementasan drama pendek yang dipersembahkan oleh Sanggar Terbit 12 yang berjudul Anak-Anak yang Tertudoh.

Ketua panitia kegiatan, John Roberto Panurian dalam sambutannya menyampaikan, acara ini bertujuan mendorong potensi para seniman muda untuk meningkatkan khasanah budaya Indonesia.

Para seniman diharapkan mencintai dan bangga terhadap seni tradisional multietnis Indonesia terutama kepada regenerasi penerus kesenian di Kalbar.

Kegiatan yang bersifat pagelaran bersama kelompok seni dan sanggar dengan mengangkat khasanah budaya seni tradisional berbagai macam suku bangsa.

"Pesertanya, kita melibatkan 200 pelaku seni dari berbagai sanggar atau kelompok seni yang ada di Kalbar," katanya.

Johh menyatakan dukungannya kepada anak-anak sebagai regenerasi, khususnya di bidang seni. "Dari kecil lah kita mencintai seni dan budaya hingga nantinya kita menjadi masyarakat yang berbudaya. Hasil yang diharapkan semoga dapat meningkatkan potensi seniman muda untuk mengangkat hasanah budaya Indonesia," kata John.


Read : 1.321 time(s).

Write your comment !