Saturday, 9 May 2026 |Saturday, 22 Dzulqaidah 1447 H
Visiteurs en ligne : 0
aujourd hui
:
3.895
Hier
:
40.425
La semaine dernière,
:
209.627
Le mois dernier
:
15.288.374
Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
No data available
News
10 november 2007 04:41
Kutai Timur Kuasai Menyumpit, Samarinda Menombak, Kutai Barat Gasingan
Samarinda, Kalimantan Timur- Rangkaian kegiatan Festival Kemilau Seni dan Budaya Benua Etam, kemarin diisi dengan berbagai lomba permainan tradisional. Dari 4 cabang permainan tradisional yang dilombakan kemarin, perolehan juara hampir merata di seluruh daerah. Masing-masing kabupaten/kota tampaknya memiliki spesialisasi untuk jenis lomba tertentu.
Berbagai lomba yang digelar kemarin, antara lain lomba belogo, permainan gasingan, menombak dan lomba menyumpit. Hampir seluruh peserta dari utusan kabupaten/kota mengirimkan wakilnya untuk lomba-lomba tersebut.
Sayang, lomba permainan tradisional yang sudah langka ditemui di masyarakat itu, kurang mendapatkan perhatian. Lomba hanya disaksikan oleh peserta festival dan panitia perlombaan saja.
"Padahal sudah susah cari permainan seperti gangsingan atau belogo. Mungkin banyak anak-anak sekarang yang sudah nggak tahu apa itu permainan belogo," jelas Andi, warga Jl Wahid Hasyim yang kemarin tampak menyaksikan lomba yang menggunakan tempurung kelapa dan tongkat itu.
Diantara berbagai permainan yang digelar, menyumpit menjadi salah satu permainan yang mendapatkan antusias cukup banyak. Terlebih ada beberapa kelas yang dilombakan dalam permainan ini. Antara lain kelompok peserta pria dan wanita. Untuk masing-masing kelompok terdiri dari 2 gaya yakni gaya jongkok dan gaya berdiri.
"Jarak dari masing-masing kelompok untuk pria dan wanita itu berbeda. Kalau untuk yang pria, jaraknya 20 meter. Sedangkan untuk yang wanita, jaraknya 15 meter. Kalau gaya menyumpitnya sama saja, gaya berdiri dan gaya jongkok," jelas Yahuda Hibau, koordinator lomba.
Dalam lomba menyimpit, masing-masing peserta diharuskan mengikuti 5 seri sumpitan. Pada masaing-masing seri, peserta diberikan kesempatan untuk menyumpit di papan sasaran sebanyak 5 kali.
"Penilaian dihitung berdasarkan posisi sumpitan dalam papan sasaran. Kalau tepat di pusat lingkaran sasaran, nilainya 10. Lingkaran di luarnya 9, dan terus menurun sampai lingkaran terluar, nilainya 1. Dari seluruh hasil sumpitan dijumlahkan, berapa nilainya yang tertinggi, itu yang menang," katanya lagi.
Dari berbagai perlombaan kemarin, untuk Belogo dikuasai oleh peserta dari Bontang. Sementara untuk gasingan, juara 1 diraih peserta dari Kutai Barat. Sedangkan untuk menombak dari Samarinda, dan menyumpit dari Kutai Timur.
Rangkaian festival hari ini akan diisi dengan 2 jenis perlombaan. Masing-masing lomba memancing dan lomba dayung perahu tradisional. Untuk lomba memancing akan digelar di kolam pemancingan KRUS, sementara untuk lomba dayung akan digelar di Tepian Mahakam Jl Gadjah Mada mulai pukul 09.00 Wita.
Sumber : www.sapos.co.id Kredit foto : www.kaltimpost.web.id