Wednesday, 13 May 2026   |   Wednesday, 26 Dzulqaidah 1447 H
Visiteurs en ligne : 956
aujourd hui : 20.102
Hier : 33.274
La semaine dernière, : 209.627
Le mois dernier : 15.288.374
Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

12 november 2007 05:11

Alat Musik Sasando Rote Dipamerkan di Jepang

Alat Musik Sasando Rote Dipamerkan di Jepang

Kupang- Alat Musik Sasando asal Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur akan dipamerkan di Graha Budaya Indonesia (GBI) di Jepang pada pertengahan 2008.

"Kami sudah didatangi wakil dari Jepang dan mereka bersedia menerima Musik Sasando untuk dipamerkan," tutur Bupati Rote Ndao Christian Nehemia Dillak kepada wartawan di Kupang, Minggu (11/11).

Menurut Christian, pemeran tersebut merupakan langkah awal pemerintah kabupaten Rote Ndao memperkenalkan alat musik itu ke dunia internasional.

Ada dua jenis Sasando yang akan dipamerkan yakni Sasando Gong, dan Sasando Biola. "Kami juga membawa pemain Sasando dari Rote untuk memetiknya di sana," jelasnya.

Permainan Sasando tersebut akan memainkan sejumlah lagu daerah antara lain lagu mengiringi sejumlah wanita yang memainkan Tarian Taebenu. Biasanya, di Rote, tarian tersebut dimainkan saat menerima tamu.

Tarian lain yang akan diperkenalkan di negeri matahari terbit itu ada Tarian Foti yang biasanya dimainkan pria. Dulu, tarian tersebut dimainkan untuk menyambut prajurit yang pulang dari medan perang. "Saat ini tarian Foti juga dimainkan saat meneriam tamu," katanya.

Sasando tergolong alat musik cordophone yang dimainkan dengan cara petik pada dawai yang terbuat dari kawat halus.

Yang membedakannya dengan alat musik petik lain, resonator Sasando terbuat dari daun Pohon Lontar yang berbentuk wadah penampung air yang berlekuk-lekuk.

Susunan notasinya bukan beraturan seperti alat musik umumnya, melainkan memiliki notasi yang tak beraturan dan tidak kelihatan karena terbungkus.

Sasando dimainkan dengan dua tangan dari arah berlawanan, kiri ke kanan dan kanan ke kiri. Tangan kiri berfungsi memainkan melodi dan bas, sementara tangan kanan bertugas memainkan accord. "Itulah uniknya Sasando yang membedakannya dengan alat musik lainnya karena seseorang bisa memainkan sekaligus melodi, bas, dan accord," katanya.

Tetapi, menurut Dia, ketika dimainkan bisa menjadi harmoni, sehingga dengan memetik Sasando pemain akan lebih mengaktualisasikan diri ketimbang memainkan alat musik lain.

Sumber : www.media-indonesia.com
Kredit foto : www.funjdiaz.net


Read : 32.268 time(s).

Write your comment !