Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
No data available
News
15 november 2007 08:24
Penyelenggaraan FFI 2007 Sedot Anggaran Rp 8,9 Miliar
Pekanbaru- Pekanbaru akan menjadi tuan rumah Festival Film Indonesia (FFI). Helat para insan perfileman Indonesia tersebut menyedot anggaran Rp 8,9 miliar. Hampir seluruhnya ditanggung APBD Riau 2007.
Pekanbaru pada 14 Desember mendatang akan menjadi pusat pesta insan perfilman Indonesia dalam ajang Festival Film Indonesia (FFI) 2007. Kegiatan yang menjadi programnya berada pada Dinas Kebudayaan, Seni dan Pariwisata Riau tersebut tergolong mahal, karena menyedot anggaran sebesar Rp 8,9 miliar.
Dari total keperluan anggaran tersebut, hampir seluruhnya ditanggung oleh APBD Riau, yakni sebesar Rp 7,2 miliar. Dana sebesar itu diperlukan untuk penyelenggaraan FFI 2007 yang malam puncaknya dipusatkan di Anjung Seni Idrus Tintin (Asit) di Bandar Seni Raja Ali Haji (Bandar Serai) Pekanbaru. Sisanya Rp 1,7 ditanggung APBN 2007 melalui Departemen Pariwisata, Seni dan Kebudayaan. Pusat, dengan anggaran Rp 1,7 bertanggung jawab pada pelaksanaan kegiatan FII yang di Jakarta, seperti penjurian film dan lainnya.
"Awalnya kita ajukan anggaran sebesar Rp 7,5 miliar, namun setelah dilakukan pembahasan dengan DPRD, akhirnya disetujui sebesar Rp 7,2 miliar," ujar Kadis Budsenipar Riau Joni Irwan yang juga menjabat Sekretaris Panitia Pelaksana Daerah FFI 2007 kepada riauterkini usai launching FII 2007 di Hotel Grand Elit Pekanbaru, Rabu (14/11).
Meskipun dianggarkan Rp 7,2 miliar dalam APBD Riau 2007, namun Joni yakin anggaran tersebut tidak akan tergunakan semuanya. "Saya yakin itu anggaran tidak tergunakan semua. Akan ada sejumlah pos yang kita hemat," ujarnya.
Lebih lanjut Joni menjelaskan, bahwa anggaran Rp 7,2 miliar tidak hanya tersedot untuk mendanai malam puncak pada 14 Desember mendatang, melainkan juga untuk keperluan pendanaan 12 kegiatan yang menjadi rangkaian FII 2007, seperti seminar, workshop penulisan skenario dan pembuatan film pendek, serta kegiatan lainnya.
Sementara itu Direktur Perfilman Deparsenibud Bakri kepada riauterkini mengatakan, bahwa pihaknya melalui Panitia Pelaksana Pusat FII 2007 bertanggungjawab melaksanakan kegiatan FII yang di Jakarta. "Kita punya anggaran Rp 1,7 miliar itu untuk mendanai seluruh keigatan FII yang di Jakarta, seperti perjurian film dan lainnya," demikian penjelasannya.
Sumber : Riau Terkini (dengan pengolahan seperlunya) Kredit foto : Koleksi Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu