Saturday, 13 June 2026   |   Saturday, 27 Dzulhijah 1447 H
Visiteurs en ligne : 505
aujourd hui : 10.062
Hier : 18.252
La semaine dernière, : 227.151
Le mois dernier : 9.252.016
Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

15 november 2007 08:05

Pertama Kali FFI Digelar di Luar Kota Jakarta

Pertama Kali FFI Digelar di Luar Kota Jakarta

Pekanbaru- Setelah sempat timbul pro dan kontrak akhirnya Festival Film Indonesia (FFI) tetap akan diadakan 14 Desember mendatang di Pekanbaru. Festival yang pertama di luar Jakarta ini akan digelar di Gedung Anjung Seni Idrus Tintin (Asit) di komplek Bandar Seni Raja Ali Haji (Bandar Serai).

Kepastian FFI itu disampaikan Dedi Mizwar selaku Ketua Badan Pertimbangan Perfilman Nasional dalam jumpa persnya Rabu (14/11) di Hotel Grand Elit Pekanbaru.

Hadir pula dalam jumpa pers itu, Direktur Perfilm Departemen Pariwisata Seni dan Kebudayaan Bakri, Setdaprov Riau Raja Mambang Mit selalu Ketua Panitia Pelaksana Daerah FFI 2007, Ketua Panitia Pelaksana Pusat FFI Wina Armada, Ketua Persatuan Insan Film Indonesia (Parfi) Yenny Rachman.

Menurut Dedy gedung Asit sangat representatif untuk dijadikan tempat malam puncak FFI 2007. "Sekarang gedung itu memang belum siap, tetapi setelah saya lihat, gedung itu luar biasa. Jangankan untuk di dalam, digelar di luar, jika tak hujan pun sudah cukup memadai," pujinya.

Dalam kesempatan itu, Dedy mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Riau yang telah bersedia menjadi tuan rumah FFI 2007. Dengan penyelenggaraan ini diharapkan ada tiga keuntungan bagi daerah, pertama melahirkan sineas daerah yang bisa go nasional, memunculkan aktor atau aktris di daerah dan membangkitkan industri bioskop di daerah.

Puncak FFI 2007 sendiri berupa penyerahan 16 penghargaan bagi karya film terbaik. 13 merupakan penghargaan reguler untuk film cerita atau film bioskop, meliputi penghargaan bagi pemeran pria terbaik, pemeran wanita terbaik dan lainnya. Tiga penghargaan lainnya diberikan kepada flim dokumenter terbaik, film cerita pendek terbaik dan penghargaan khusus bagi film dengan penggunaan Bahasa Indonesia terbaik.

Dalam kesempatan ini, secara simbolis Dedi menyerahkan piala citra kepada pihak penyelenggara daerah yang diterima oleh Ketua Penyelenggara FFI Daerah, H.R Mambang Mit saat acara Lounching dan Press Conference, Rabu (14/11) di Hotel Grand Elite Pekanbaru.

HR Mambang Mit menegaskan, Riau optimis akan menyelenggarakan FFI 2007 pada 15 Desember mendatang dilatarbelakangi oleh Visi dan Misi Riau untuk menjadikan Riau sebagai pusat kebudayaan Melayu di Asia Tenggara pada 2020. "Ajang ini akan mengangkat nama Riau baik nasional maupun Internasional," sebut Mambang.

Disebutkannya, Festifal Film Indonesia akan menggairahkan semangat berkarya bagi sineas lokal untuk mengembangkan kreatifitas dalam membuat film.

"Namun perlu dicatat, dengan berlangsungnya FFI di Riau, bukan berarti ada sebuah karya film hasil anak Riau dalam event ini. Acara ini hanya sebagai pendorong anak negeri untuk berkarya dalam dunia film," jelasnya.

Sumber : Riau Online (dengan pengolahan seperlunya)
Kredit foto : Riau Terkini


Read : 1.590 time(s).

Write your comment !