Saturday, 13 June 2026   |   Saturday, 27 Dzulhijah 1447 H
Visiteurs en ligne : 521
aujourd hui : 10.078
Hier : 18.252
La semaine dernière, : 227.151
Le mois dernier : 9.252.016
Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

03 desember 2007 04:29

Naga Bonar Jadi 2 Borong Nominasi FFI 2007

Naga Bonar Jadi 2 Borong Nominasi FFI 2007

Jakarta- Film Naga Bonar Jadi 2 berpeluang mendominasi ajang Festival Film Indonesia (FFI) 2007 yang akan diselenggarakan pada 14 Desember 2007 di Pekanbaru, Riau.

Di antara 12 kategori yang ada, film garapan sutradara Deddy Mizwar itu berhasil masuk dalam sepuluh nominasi di sembilan kategori. Yaitu, Unggulan Film Cerita, Unggulan Skenario Cerita, Unggulan Penyutradaraan, Unggulan Tata Sinematografi, dan Unggulan Tata Artistik. Juga, Unggulan Editing, Unggulan Tata Suara, Unggulan Pemeran Pendukung Pria, dan Unggulan Pemeran Utama Pria untuk Deddy Mizwar dan Tora Sudiro.

Menanggapi hal itu, Deddy bersikap biasa saja. Pria yang juga menjabat sebagai ketua pelaksana FFI 2007 tersebut menyatakan tidak bisa menebak hasil akhirnya nanti. ”Panitia sangat menjaga kerahasiaannya,” katanya saat jumpa pers di Djakarta Theater, Kamis (29/11) malam.

Prestasi Naga Bonar Jadi 2 itu ditempel ketat film Get Married yang juga masuk sepuluh nominasi. Kemudian, Mengejar Mas Mas dengan delapan nominasi dan Merah Itu Cinta tujuh nominasi. Setelah itu, ada Kala dan Kamulah Satu-satunya. Masing-masing enam nominasi.

Selaku panitia, Deddy berharap, tidak ada kejadian seperti pada penyelenggaraan sebelumnya. Ketika itu, ada protes keras dari sebagian insan film yang kecewa terhadap keputusan panitia memenangkan Ekskul sebagai film terbaik. ”Sistem kita selalu diperbaiki dari tahun ke tahun. Mudah-mudahan kejadian yang sama tidak terulang lagi,” harapnya.

Sebab, lanjut Deddy, penyelenggaraan FFI 2007 tersebut diharapkan bisa meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap film Indonesia. Menurut dia, itu bukan hanya sebagai tolok ukur prestasi insan film. ”Setelah apresiasi masyarakat meningkat, di daerah, itu bisa merangsang promosi pertumbuhan bioskop. Sumber daya manusia bisa semakin meningkat baik kualitas maupun kuantitas,” harapnya.

Deddy mempersilakan siapa saja, terutama insan film Indonesia, untuk datang ke Riau. Bagaimana dengan komunitas insan film Masyarakat Film Indonesia (MFI) yang selama ini masih menentang keras sistem FFI? ”Oh, saya tidak tahu soal itu,” jawab Deddy singkat.

Sumber : Batam Pos
Kredit foto : www.andrastudio.com


Read : 1.764 time(s).

Write your comment !