Wednesday, 20 May 2026 |Wednesday, 3 Dzulhijah 1447 H
Visiteurs en ligne : 430
aujourd hui
:
13.338
Hier
:
25.387
La semaine dernière,
:
249.195
Le mois dernier
:
15.288.374
Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
No data available
News
17 januari 2008 05:57
Bahasa Melayu Sambas Masuk Mulok
Logo Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.
Sambas-Bahasa daerah, khususnya melayu Sambas, akan menjadi materi muatan lokal sekolah di Kabupaten Sambas. Dan untuk itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Sambas telah melakukan loka karya Bahasa Daerah Sambas, di Balairung Sari Rumah Dinas Bupati Sambas. Loka karya digelar dalam rangka berlakunya Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 mengenai standar isi untuk satuan dasar pendidikan dan menengah khususnya tentang Muatan Lokal Bahasa Daerah. Dalam loka karya tersebut materi yang diangkat adalah buku yang ditulis oleh Al ”Amruzi. MZ, dengan judul Tata Bahase Daerah Sambas. Peserta diikuti oleh tokoh budaya, tokoh masyarakat, kepala UPT Diknas, maupun kepala sekolah.
Pemerintah Kabupaten Sambas, menurut Bupati Sambas Ir H Burhanuddin A Rasyid, sangat menyambut baik gagasan tersebut. Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati akar budayanya sendiri, salah satunya yakni bahasa. ”Kami sangat menyambut baik. Ia ini tentunya dapat memberikan manfaat yang besar bagi kelestarian bahasa dan budaya Melayu Kabupaten Sambas,” ujar Bupati dalam suatu acara, kemarin.
Burhanuddin menegaskan bahwa masyarakat Kabupaten Sambas sudah seharusnya bangga terhadap udaya yang dimiliki sekarang. Karena lanjut Burhanuddin, budaya seperti acara pernikahan, khitanan dan budaya lainnya yang dimiliki bumi terigas ini justru mempunyai nilai positif dan plus, salah satunya dikarenakan tidak dimiliki semua daerah. ”Kita arus bangga budaya sendiri. Hal ini bukan sebagai bentuk menonjolkan rasa kedaerahan yang kental. Melainkan sebagai bentuk upaya dan langkah melestarikan budaya yang kita miliki,” paparnya.
Bupati memaparkan bahasa melayu Sambas memiliki ciri tersendiri dari bahasa melayu serumpun lain. Dan hal tersebut tegas dia harus menjadi ciri khas tersendiri. Antar desa satu dengan desa yang laiinya masih terdapat beberapa perbedaan yang semakin memperkaya khasanah budaya bahasa melayu Sambas. ”Salah satu ciri bahasa melayu Sambas adalah ada penyebutan kata yang penekanan pada hurufnya, yaitu ada huruf yang ganda,” ungkapnya.
Dicontohkannya, penyebutan kata besar, dimana dalam bahasa melayu Sambas disebut bassar. Yaitu ada huruf ganda pada kata bassar. Selain memasukkan bahasa daerah kedalam muatan lokal, Bupati juga mengharapkan diselenggarakannya kompetisi atau perlombaan yang garis besarnya menggunakan bahasa melayu Sambas. Hal tersebut jelas dia akan efektif untuk melestarikan bahasa daerah. ”Karena kita sangat mengkhawatirkan terjadi pengikisan pengetahuan tentang budaya sendiri. Terutama ancaman ini kita khawatirkan menyerang generasi muda sekarang ini” ingat dia.
Wakil Bupati Sambas, dr Hj Juliarti Alwi MPh, mengatakan pelestarian dan pengembangan bahasa daerah Sambas memang penting. Jelas dia, dengan memperhatikan masukan dari kalangan pendidik dan pemerhati bahasa, khususnya bahasa daerah Sambas, sudah selayaknya bahasa melayu Sambas diberlakukan sebagai mata pelajaran muatan lokal di tingkat SD atau madrasah Ibtidaiyah dan SMP sederajat. ”Dan Tidak menutup kemunkinan hingga jenjang SMA Sederajat. Hal ini merupakan keputusan strategis dan langkah nyata, karena masyarakat di daerah Sambas terdapat kemajemukan ragam budaya, bahasa, dan etnis, sehingga kita harus terbuka dan adaptif terhadap perbedaan dan menerima perubahan pada masa yang akan datang,” urainya.
Sumber : www.pontianakpost.com Kredit foto : www.sambas.go.id