Tuesday, 16 June 2026 |Tuesday, 30 Dzulhijah 1447 H
Visiteurs en ligne : 985
aujourd hui
:
15.447
Hier
:
17.248
La semaine dernière,
:
184.896
Le mois dernier
:
9.252.016
Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
No data available
News
21 januari 2008 10:15
H Sulaiman Kembali Dipercaya Pimpin LAMR Bengkalis Masa Bakti 2008-2013
Ketua LAMR Provinsi Riau HM Azaly Djohan mengukuhkan
dewan pengurus LAMR Kabupaten Bengkalis masa bakti 2008-2013
yang dilaksanakan di gedung kesenian Cikpuan, Minggu (20/1) malam lalu.
Bengkalis– H Sulaiman Zakaria kembali terpilih sebagai Ketua Umum Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Bengkalis masa bakti 2008-2013 M/1429-1434 H. Amanah kepada Sulaiman yang juga Sekretaris Daerah Bengkalis itu, berdasarkan musyawarah dan mufakat diputuskan dalam Musyawarah Daerah (Musda) III LAMR Kabupaten Bengkalis yang ditaja 18-20/1 lalu di Bengkalis.
Selain Sulaiman, duduk dalam kepengurusan LAMR Bengkalis untuk lima tahun ke depan, adalah H Landung Abdullah, H Usman Effendi, H Bahrum, H Zakaria Yusuf dan H Zainuddin Yusuf, sebagai Ketua I, II, III, IV dan V.
Sedangkan jabatan Sekretaris Umum dipercayakan pada H Azrai Jali, yang dibantu Syahrial, Yuhelmi, Darmawi (Nanang), Hj Jasmah Riana dan HA Karim Hasan sebagai Sekretaris I, II, III, IV dan V. Sementara untuk bendahara dijabat Yuli Hartati. Adapun Ketua Dewan Penasehat dipercakan pada H Zahary.
Secara resmi dewan pengurus LAMR Bengkalis yang ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan LAMR Provinsi Riau No. SK-01/DP-LAMR/5/I/2008-1429 H itu, Minggu (20/1) malam lalu dikukuhkan Ketua LAMR Riau HM Azaly Djohan.
Pengukuhan yang dilaksanakan di gedung Kesenian Cikpuan itu, dihadiri seluruh penghulu adat se kabupaten berjuluk Negeri Junjungan ini. Sedangkan dari LAMR Provinsi Riau, selain Azaly Djohan, hadir dalam pengukuhan itu antara lain, H Husnan Syekh (Sekretaris Umum LAMR Provinsi Riau), H Ismail Suko dan H OK Nizami Jamil.
Pada kesempatan itu, dalam arahannya kepada pengurus LAMR Bengkalis terpilih, Azaly Djohan berharap agar LAMR Bengkalis bias memainkan peran penting dalam mengembangkan adat dan budaya Melayu. Serta, menjaga marwah anak negeri di tengah semakin ketatnya tantangan dan persaingan di era sekarang ini.
“Peran it akan bias diwujudkan, jika seluruh pengurus LAMR Bengkalis memiliki tekad yang kuat, bekerja keras, bergandeng tangan, serta bisa bekerjasama dalam melaksanaka program-program yang ada,” ujar mantan bupati Bengkalis ini mengingatkan.
Kemudian, Azaly Djohan juga menerangkan, bahwa ke depan peran LAMR Riau akan semakin besar. Terutama dikaitkan dengan visi Riau 2020, yang diantaranya menetapkan Riau sebagai pusat kebudayaan Melayu di Asia Tenggara pada tahun 2020.
“Untuk mewujudkan visi Riau 2020, bukan pekerjaan mudah, Kita perlu bekerja keras, serius dan memiliki tekad yang kuat. Dalam hal ini, LAMR Riau, baik di provinsi, kabupaten/kota, kawasan bahkan sampai ke kecamatan harus dapat memberikan perannya dengan bai dan ini menjadi keharusan bersama,” imbuhnya.
Hal senada disampaikan bupati Bengkalis yang diwakili Asisten II H Zakaria Yusuf. Diingatkan Zakaria, sejarah membuktikan bahwa adat mampu mewujudkan berbagai kemuliaan dan manfaat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Salah satu perwujudannya adalah prinsip tungku tiga sejarangan atau tali berpilin tiga, yang mempunyai makna keterpaduan antara unsure pemerintah, ulama dan adat.
“Berpadu dan bersebatinya tiga unsure ini telah menunjukkan kemanfaatan yang sangat besar. Hal ini terbukti dengan berdri, tumbuh dan berkembangnya kerajaan-kerajaan Melayu Riau ratusan tahun silam yang mampu mengangkat harkat dan martabat Melayu ke tingkat terhormat, serta mengukir khasanah budaya yang tinggi,” paparnya.
Untuk itu, meskipun prinsip tersebut tidak lagi tercermin secara formal dalam sistem dan struktur pemerintahan,namn tidak berarti pemerintah menghilangkan keberadaan adat istiadat ini.
“Sesuai yang diamanatkan dalam UUD 1945, sebagai khasanah budaya bangsa, pemerintah tetap melakukan pembinaan, sehingga berkembangan dengan sebaik-baiknya,” kata Zakaria.
Selanjutnya, kepada pengurus terpilih, Zakaria meminta agar dapat membuat program dengan baik, menjadi suri tauladan masyarakat serta menghadirkan pemikiran-pemikiran yang cemerlang dan bernas.
“Melalui adat, yang kusut dapat diselesaikan, yang keruh dapat dijernihkan. Mari kita jadikan adat resam Melayu yang bersendikan syarak ini sebagai suatu kedudukan yang terhormat dan mempunyai peran yang sangat penting di tengah-tengah kemajemukan masyarakat. Khususnya di Kabupaten Bengkalis, Negeri Junjungan ini,” ajak Zakaria.
Sementara itu, selaku Ketua Umum terpilih, Sulaiman berjanji akan berupaya mengemban amanah yang dipercayakan padanya itu dengan sebaik-baiknya. “Insya Allah, bersama seluruh dewan pengurus yang terpilih, apa yang menjadi amanat dalam Musda III ini akan kami laksanakan dengan sebaik-baiknya. Untuk itu, dukungan dari semua pihak, sangat kami harapkan. Tanpa dukungan dimaksud, kami tidk dapat berbuat banyak,” terang Sulaiman.