Saturday, 13 June 2026 |Saturday, 27 Dzulhijah 1447 H
Visiteurs en ligne : 1.167
aujourd hui
:
17.403
Hier
:
18.252
La semaine dernière,
:
227.151
Le mois dernier
:
9.252.016
Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
No data available
News
04 februari 2008 04:53
Komplikasi, Raja Sambas Tutup Usia
Sambas-Pontianak-Sembilan hari menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Harapan Kita (RSUHK) Jakarta, Pangeran Ratu H Winata Kesuma, Pemangku Adat Istiadat Istana Alwatzikhoebillah Sambas, Jumat (1/2) pukul 17.40, menghembuskan nafas terakhir. Almarhum mengalami komplikasi penyempitan pembuluh darah disertai penyakit jantung.
“Ya benar Pangeran sudah meninggal,” kata Riza Fahmi SPd, Sekretaris Istana Alwatzikhoebillah Sambas saat coba dikonfirmasi pukul 18.20 kemarin via SMS. Raja Sambas yang biasa disapa Raden Wimpi telah dirujuk ke RSUHK Jakarta sejak Kamis (24/1) lalu. Selain Riza, ikut pula Ibu Ratu (istri Raden Wimpi, red) Endang Trimuningsih bersama kerabat istana lainnya seperti Urai Sokat, Urai Indra dan Urai Budi Hidayat serra dari Pemkab Sambas, Tajili. Raden Wimpi sebelumnya dirawat intensif di Ruang ICCU Rumah Sakit Santo Antonius (RSSA) Pontianak, sejak Senin (14/1). Tapi karena kondisinya makin parah, dokter akhirnya merujuknya ke Jakarta. Menurunnya kondisi Pangeran Ratu bermula saat usai menutup rangkaian kegiatan Peringatan Tahun Baru Islam di Sambas. Ia pun mengalami kelelahan, karena sebenarnya juga baru pulang dari menghadiri kegiatan raja-raja se-nusantara di Jakarta. Senin (14/1) sekitar pukul 01.00, Raden Wimpi dilarikan ke RSUD Sambas, karena sesak napas yang disertai muntah-muntah. Sayangnya, peralatan di RSUD Sambas kurang memadai.
Akhirnya, pada pukul 15.00, pihak keluarga langsung merujuk Raden Wimpi ke RSSA Pontianak. Pewaris tahta Istana Sambas yang lahir 25 September 1965 ini meninggalkan satu orang istri dan empat anak yaitu, Raden Muhammad Farhan, 13, Raden Namira Kesuma, 10, Raden Nazwa Kesuma, 5, dan Raden Taufikqiyah, 3. Situasi Jakarta yang sempat dilanda banjir, membuat keluarga istana keropotan untuk membawa pulang jenazah. Bahkan Bupati Sambas, Ir H Burhanuddin A Rasyid sempat menghubungi Lukardono (mantan Kepala Imigrasi Sambas, red) untuk membantu kerabat istana.
Sementara itu situasi kota Sambas terutama di sekitar Istana Alwatzikhoebillah Sambas kemarin malam tampak berduka. Hujan yang mengguyur Sambas pun menambah suasana haru yang dirasakan. Rapat persiapan penyambutan dan ritual hingga pemakaman tadi malam digelar di Rumah Dinas Wakil Bupati. Kepastian prosesi hingga tadi malam masih menunggu mufakat kerabat istana yang diketuai Urai Baruddin Idris bersama Pemkab Sambas yang dipimpin langsung Bupati. Rapat ini juga dihadiri tokoh masyaratkat lainnya. Begitu pula Kapolres Sambas, AKBP Syamsu R Darussalam hadir untuk melakukan koordinasi terhadap pengamanan lalu lintas dan antisipasi kemacetan jalan raya. Sebab, diperkirakan masyarakat akan memenuhi istana dan jalan menuju ke istana.
Untuk mengantisipasi ramainya pelayat, Pemkab Sambas bahkan telah menyediakan monitor untuk umum. Warga pun terlihat memadati istana sejak magrib. Mereka selain datang, juga membacakan surat Yasin bagi raja mereka. Rencananya, pagi ini jenazah Pangeran Ratu akan dijemput langsung Sekda Kalbar, Drs Sakirman bersama para raja dan sultan se-Kalbar di Bandara Supadio. Mereka juga akan mengantar jenazah hingga ke Sambas. Rekan-rekan almarhum di Forum Silaturahmi Keraton Nusantara/FSKN rencananya akan menunggu kedatangan jenazah almarhum di bandara Supadio Pontianak. “Kami merasa kehilangan dengan wafatnya Pangeran Ratu Winata Kusuma. Sambil menunggu jadwal kedatangan jenazah dari Jakarta, para kerabat FKSN akan menjemput di Bandara Supadio Pontianak,” kata Gusti Suryansyah, Pangeran Keraton Ismahayana Ngabang yang juga anggota FSKN. Rasa kehilangan juga dikemukakan Prabasa Anantatur, mantan Wakil Bupati Sambas. “Pangeran Ratu adalah sahabat yang apa adanya. Ia selalu bersikap terbuka dalam pergaulan sehari-hari,” kata Prabasa yang pernah berpasangan dengan Pangeran Ratu Winata Kusuma sebagai calon pada Pilkada Sambas lalu.
Menurut Prabasa, semasa hidupnya, almarhum memiliki komitmen untuk memajukan budaya dan olahraga terutama dayung. “Saat silaturahmi beberapa waktu lalu di Kantor Bupati Sambas, Pangeran Wimpi mengharapkan kepada Pemkab agar pembangunan water front city diselesaikan,” ujar Prabasa. (Uray)