Sunday, 19 April 2026   |   Sunday, 2 Dzulqaidah 1447 H
Visiteurs en ligne : 0
aujourd hui : 6.058
Hier : 26.672
La semaine dernière, : 249.242
Le mois dernier : 101.098.282
Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

23 februari 2008 06:22

Wayang China Bertahan

Regenerasi Pelaku Wayang China Tidak Berjalan
Wayang China Bertahan

Palembang- Sam Kauh Bun Gie Siah barangkali merupakan bukti masih kuatnya pengaruh kultur dan tradisi masyarakat Tionghoa di Palembang. Meski sudah berusia puluhan tahun, grup wayang tradisional ini tetap bertahan dari gempuran modernisasi.

Pementasan grup wayang China pada malam perayaan Cap Go Meh, Rabu (20/2), seakan ingin mempertegas eksistensi pelaku seni tradisional warga keturunan Tionghoa dalam mempertontonkan pertunjukan wayang orang.

Pemain wayang orang yang rata-rata sudah berusia senja tak menjadi penghalang aksi panggung mereka, tetapi di sisi lain hal itu justru menjadi semacam kekuatan dan gambaran kesetiaan profesionalisme mereka dalam menggeluti seni tradisional wayang orang.

Menurut Pendi, Koordinator Bagian Humas Pengurus Grup Wayang Orang China Sam Kauh Bun Gie Siah, grup wayang ini sudah berdiri sejak era Orde Lama, tepatnya pada awal tahun 1960. Di zamannya, berdirinya grup wayang ini seiring dengan fenomena mulai maraknya perkembangan kesenian wayang dari wilayah Pulau Jawa dan Bali.

”Kami yang tinggal di Palembang, Sumatera Selatan, juga ingin menunjukkan kekayaan seni warga Tionghoa. Di negara asalnya, Tiongkok, kesenian wayang orang ini sudah ada sejak ratusan tahun silam,” kata Pendi.

Datang dari China

Saat grup hendak didirikan, Pendi mengatakan, sebagian pemain wayang didatangkan dari negara China. Pemain wayang orang banyak dijumpai di Provinsi Sia Men, China. Selain sebagai imigran, rata-rata mereka juga sudah memiliki kerabat atau saudara yang lebih dulu tinggal di Kota Palembang dan sekitarnya.

Eksistensi grup wayang ini juga ditopang dengan keberadaan kuil, kelenteng, dan wihara di Palembang. Ini karena pada setiap hari besar keagamaan Tionghoa, grup wayang itu selalu diundang mengisi pertunjukan.

Meski demikian, lanjut dia, regenerasi pemain wayang orang China ini masih lemah. Dia mencontohkan grupnya, sebagian besar pemain sudah memasuki usia senja. Di era modern, hanya sebagian kecil dari kalangan anak muda yang tertarik main wayang orang China.

Sumber : www.kompas.com
Kredit foto : www.chinese-culture.net


Read : 4.121 time(s).

Write your comment !