Sunday, 26 April 2026   |   Sunday, 9 Dzulqaidah 1447 H
Visiteurs en ligne : 242
aujourd hui : 10.776
Hier : 23.172
La semaine dernière, : 7.342.256
Le mois dernier : 101.098.282
Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

04 maret 2008 06:06

Buku Membangun Masyarakat Aceh 2020 Diluncurkan

Buku Membangun Masyarakat Aceh 2020 Diluncurkan
Gedung Rektorat Universitas Syiah Kuala Banda Aceh.

Banda Aceh- Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh meluncurkan buku berjudul “Membangun Masyarakat Aceh 2020” dalam acara di Gedung Academic Activity (AAC) Dayan Dawood, Darussalam, Sabtu (1/3) malam.

Buku tersebut merupakan karya tulis dalam rangka memperingati Hari Jadi (Dies Natalis) ke-48 Unsyiah. Artikel dalam buku ini merupakan sumbangan pikiran para ahi, pemerhati dan praktisi dalam aneka bidang ilmu yang kemudian dikemas dalam beberapa topik yang menggambarkan Aceh masa lalu, masa kini dan harapan dalam membangun masyarakat Aceh ke depan.

“Buku ini diharapkan menjadi sumbangan pikiran dan gagasan guna melahirkan konsep pembangunan adaptif yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di Nanggroe Aceh Darussalam,” ujar Rektor Unsyiah, Dr Darni M Daud MA, kepada wartawan di Banda Aceh, Sabtu (1/3).

Peluncuran buku setebal 249 halaman yang ditulis oleh para dosen Unsyiah juga turut dihadiri Wakil Gubernur Aceh, Muhammad Nazar dan sejumlah pejabat Pemerintah Aceh.

Rektor Unsyiah menyebutkan, buku ini dimaksudkan untuk menambah khazanah perbukuan tentang Aceh khususnya dan Indonesia umumnya. Karena produksi buku di negara ini masih sangat rendah.

Malaysia misalnya, dengan penduduk hanya 26 juta jiwa bisa menghasilkan buku 10 ribu judul per tahun. Jumlah ini sama dengan Indonesia yang berpenduduk 220 juta jiwa lebih. Sementara Vietnam dengan jumlah penduduk 80 juta jiwa, mampu menerbitkan 15 ribu judul buku per tahun.

Masih Sangat Kurang

“Jadi perbandingan jumlah judul buku yang diterbitkan dengan jumlah penduduk Indonesia sangat besar, yaitu 1 judul buku baru untuk 22.000 penduduk. Jadi jumlah buku di Indonesia masih sangat kurang,” ungkap Darni Daud.

Ditambahkannya, secara umum buku yang diluncurkan tersebut terdiri atas enam bagian. Bagian I memaparkan Aceh dalam Sejarah, dengan menampilkan satu tulisan. Bagian II berjudul Bangkit dari Keterpurukan dengan menampilkan tiga tulisan.

Bagian III tentang Meneropong Budaya Masyarakat Aceh, dengan satu tulisan. Bagian IV membahas tentang Konsepsi Pembangunan Aceh. Dalam bagian ini, ada 14 artikel yang dipublikasikan.

Kemudian bagian V berisikan tentang Membangun Masyarakat Aceh 2020. Di dalam bagian ini, terdapat 13 tulisan, dan bagian VI berisikan tentang Universitas Syiah Kuala dan Pembangunan SDM.

Sementara Wagub Aceh, Muhammad Nazar menyatakan, pihaknya menyambut gembira atas peluncuran buku yang sangat penting tersebut, buku nantinya akan dijadikan sebagai ide dalam membangun Aceh ke depan.

“Kita sangat berterimakasih kepada Unsyiah, yang telah menginisiasi lahirnya buku tersebut untuk terjadinya suatu perubahan dalam membangun Aceh ke depan agar masyarakatnya dapat lebih sejahtera,” ujarnya.

Sumber : Harian Analisa
Kredit foto : edratna.wordpress.com


Read : 2.535 time(s).

Write your comment !