Friday, 12 June 2026   |   Friday, 26 Dzulhijah 1447 H
Visiteurs en ligne : 590
aujourd hui : 12.673
Hier : 20.067
La semaine dernière, : 227.151
Le mois dernier : 9.252.016
Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

02 april 2008 09:40

Kunjungan Asosiasi Tradisi Lisan (ATL) ke BKPBM

Kunjungan Asosiasi Tradisi Lisan (ATL) ke BKPBM

Yogyakarta, MelayuOnline.com— Prof. Dr. Pudentia, MPSS., M.A., Ketua Asosiasi Tradisi Lisan (ATL), merasa terkejut dengan sambutan yang sangat ramah dan hangat ketika berkunjung ke Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu (BKPBM), Sabtu (29/03/2008). Perasaan tersebut terungkap dalam kata sambutan dan perkenalannya di hadapan para staf dan redaktur MelayuOnline.com. Awalnya, Prof. Pudentia hanya ingin mengetahui aktivitas BKPBM dan berbicara secara informal dengan Pemangku Balai, Mahyudin Al Mudra, SH., M.M. Meskipun demikian, Prof. Pudentia mengaku terkesan dengan sambutan tersebut. “Semoga pertemuan ini menjadi awal dari kerja sama yang lebih panjang ke depan,” ujarnya.


Dalam kunjungannya, Prof. Pudentia bersama Prof. Dr. Dick van der Meij, konsultan ATL yang juga Profesor Tamu di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta. Dick mengaku terkesan dengan arsitektur kantor yang, meskipun nampak modern, tapi terasa kental dengan nuansa rumah Melayu. Ikut serta dalam rombongan antara lain Kenedy Nurhan, Humas ATL, serta Nurhadi, mitra ATL dari Studio Audio Visual Puskat, Yogyakarta.

Dalam dialog yang dilangsungkan di ruang pertemuan BKPBM tersebut, Mahyudin memperkenalkan para staf dan redakur BKPBM. Pada kesempatan itu, Mahyudin juga mempresentasikan aktivitas BKPBM, yang terdiri dari penerbitan buku, meluncurkan situs MelayuOnline.com, WisataMelayu.com, serta RajaAliHaji.com. Dalam aktivitas penerbitan buku, BKPBM telah menerbitkan 76 judul cerita rakyat yang sarat dengan muatan lokal, yang khusus dibuat untuk anak-anak. Salah satu karya monumental yang sedang dalam proses penerbitan adalah buku berjudul 366 Cerita Rakyat Nusantara. Selain buku cerita, salah satu buku monumental lainnya yang telah terbit adalah buku Masyarakat Melayu dan Budaya Melayu dalam Perubahan.


Aktivitas kedua adalah meluncurkan situs MelayuOnline.com, dimana di dalamnya disediakan berbagai macam menu mulai dari Sejarah Melayu, Budaya Melayu, Tokoh Melayu, Peneliti Melayu, Kuliner Melayu, Ensiklopedi Melayu, dan lain-lain. Selain MelayuOnline.com, BKPBM juga meluncurkan WisataMelayu.com serta RajaAliHaji.com. Dua situs ini menyajikan informasi perihal obyek wisata di antero dunia Melayu serta kajian-kajian ilmiah tentang sosok dan pemikiran Raja Ali Haji yang merupakan salah satu tokoh yang berpengaruh dalam kebudayaan Melayu.

Presentasi Mahyudin tentang aktivitas BKPBM memperoleh tanggapan yang cukup apresiatif. Kenedy Nurhan, misalnya, sebagai seseorang yang berakar budaya Melayu (Sumatera Selatan) merasa sangat terbantu dengan keberadaan MelayuOnline.com. “Bagi saya, MelayuOnline.com memperkaya pengetahuan saya tentang Melayu, karena saya mungkin orang Melayu yang tidak (mengetahui banyak tentang) Melayu,” komentarnya. Kenedy juga mengaku kerap memanfaatkan suguhan pantun yang ditampilkan di dalam MelayuOnline.com. “Setiap saya tengok (situs MelayuOnline.com) ada pantun di kiri atas itu, dengan bangga berpantunlah saya kepada teman-teman di kantor, sehingga teman-teman saya bilang saya ahli pantun,” ujarnya sembari tertawa.


Berbeda dengan Kenedy, Prof. Pudentia, yang akrab disapa Yunda Tety, secara lugas mengungkapkan kekagumannya. “Luar biasa, satu upaya yang memperlihatkan suatu komitmen yang luar biasa. Karena saya tahu, mempertahankan komitmen seperti ini sungguh tidak mudah, tantangannya luar biasa banyak tetapi hasilnya memang luar biasa,” katanya memuji. Komentar senada muncul dari Prof. Dick, “Ada satu kata yang bisa mencerminkan perasaan saya, kagum,” ujarnya. Akan tetapi, yang sedikit mengherankan, kata Prof. Dick, sebagai seorang filolog, dirinya tidak mengetahui keberadaan BKPBM sebagai lembaga yang mengkaji kebudayaan Melayu. Tentu saja, dari segi publisitas perlu ditingkatkan, misalnya melalui media massa cetak dan lain-lain. Prof. Dick juga memberikan saran untuk membuka kemungkinan kerja sama dengan Kedutaan-kedutaan Besar negara lain, lembaga-lembaga internasional seperti UNESCO, serta meningkatkan hubungan dengan pihak Malaysia, Brunei, dan Singapura yang juga memiliki concern terhadap kebudayaan Melayu.


Pertemuan tersebut ditutup dengan memberikan kenang-kenangan berupa buku Masyarakat Melayu dan Budaya Melayu dalam Perubahan, Tunjuk Ajar Melayu, serta sejumlah buku cerita yang berisi muatan-muatan lokal untuk anak-anak kepada rombongan tamu dari ATL. Dalam salam perpisahannya, Prof. Pudentia berjanji akan mengirimkan balasan berupa buku-buku terbitan ATL.

[LS/brt/02/03-08]


Read : 4.980 time(s).

Write your comment !