Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
No data available
News
23 april 2008 02:47
Lomba Baca Asmaul Husna Berhadiah Tiga Mobil
Padang- Pemerintah Kota Padang, Provinsi Sumatra Barat, Rabu (23/4), bertempat di kompleks GOR Haji Agus Salim Padang, menggelar lomba baca Asmaul Husna yang diikuti 14.500 pelajar SLTP dan SLTA se-Kota Padang. Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo akan membuka lomba tersebut dan akan dihadiri Tokoh ESQ Ary Ginanjar.
Wali Kota Padang Fauzi Bahar, Selasa (22/4) kepada Kompas di Jakarta, mengatakan, puluhan ribu warga akan menghadiri pembukaan lomba Asmaul Husna tingkat SLTP/SLTA yang mendapat perhatian Museum Rekor Indonesia (MURI) tersebut.
"Prosesi lomba Asmaul Husna paling besar di Indonesia itu akan memperebutkan tiga hadiah utama sebanyak 3 unit mobil Suzuki APV, " katanya. Fauzi menjelaskan, lomba Asmaul Husna tingkat SLTP/SLTA ini adalah lomba kedua yang dilakukan Pemko Padang, setelah Pemko sukses melaksanakan lomba yang sama pada tingkat SD beberapa waktu yang lalu.
Ini adalah pelaksanaan Lomba yang kedua tetapi lebih besar dari yang pertama, dan Pemko Padang mengadakan karena adanya permintaan warga kota kepada wali kota, supaya lomba Almaul Husna juga diadakan pada tingkat SLTP, SLTA, dan Perguruan Tinggi.
Tetapi karena berbagai pertimbangan wali kota memutuskan, untuk saat ini baru dapat dilaksanakan pada tingkat SLTP-SLTA, tahun berikutnya direncanakan antarperguruan tinggi dan kalangan perguruan tinggi sangat menyambut baik rencana ini.
Lomba keagamaan yang bertujuan menanamkan nilai-nilai dan sifat-sifat mulia Tuhan Yang Maha Esa kepada para generasi muda itu, selain diikuti oleh 14.500 siswa SLTP/SLTA, juga dimeriahkan oleh 10.400 pembaca Asmaul Husna dari 104 utusan kelurahan se-Kota Padang.
Sementara itu, tokoh Pendidikan dari Universitas Negeri Padang Prof DR Azwar Ananda MA, yang dihubungi secara terpisah di Padang mengatakan, lomba Asmaul Husna yang dilaksanakan Pemko Padang ini adalah bagian dari proses internalisasi atau pencelupan nilai spritual kepada peserta didik.
"Kegiatan lomba seperti ini, pada tahap awal memang diperlukan, namun setelah itu pengenalan dan pemahaman lebih jauh tentang kandungan Asmaul Husna perlu dilakukan," ujarnya.
Kata Azwar, di tengah gejala mengeringnya pemahaman nilai-nilai agama pada generasi muda, maka adanya kreativitas pemerintah dan semua elemen, tentu terutama dunia pendidikan itu sendiri, untuk menciptakan media yang tepat untuk menginternalisasi nilai adalah suatu prestasi yang patut kita apresiasi dan didukung bersama.
Sumber : www.kompas.com (22 April 2008) Kredit foto : www.miit-toronto.org