Saturday, 2 May 2026   |   Saturday, 15 Dzulqaidah 1447 H
Visiteurs en ligne : 953
aujourd hui : 15.633
Hier : 18.558
La semaine dernière, : 192.091
Le mois dernier : 15.288.374
Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

05 mei 2008 06:33

Jangan Ganggu Orang Rimba

Jangan Ganggu Orang Rimba

Jambi- Pemerintah Kabupaten Sarolangun meminta dukungan Pemprov Jambi dan pemerintah pusat untuk memberdayakan suku anak dalam atau Orang Rimba (Suku Kubu) yang hidup di Taman Nasional Bukit Dua Belas (TNBD).

"Dukungan itu sangat diharapkan, karena kearifan Orang Rimba bersahabat dengan alam membuat alam bersahabat dengan mereka. Sebab itu jangan diganggu dan biarkan mereka hidup di alam," kata Bupati Sarolangun, Hasan Basri Agus di Sarolangun, Provinsi Jambi, Minggu (4/5).

TNBD seluas 60.500 hektar berada di Kabupaten Sarolangun, Tebo, dan Batanghari menjadi tempat habitat Orang Rimba sejak ratusan tahun, tercatat lebih kurang 5.000 jiwa Orang Rimba masih hidup mengembara di kawasan konservasi itu. Mereka menggantungkan hidup dari alam atau disebut Orang Rimba "Halom" yang berarti hutan dan memberikan pengetahuan kepada mereka dari generasi ke generasi.

Namun hutan (TNBD) sebagai sumber hidup mereka kian berkurang akibat selama ini dieksploitasi orang luar dengan melakukan pembalakan liar dan perluasan areal perkebunan sehingga mengikis harapan mereka. Sebab itu TNBD harus diselamatkan dan dilestarikan.

Pemkab Sarolangun pada 2009 akan menganggarkan dana untuk mengembangkan kawasan wisata alam dengan membangun sarana lintas alam, serta meningkatkan pendidikan Orang Rimba dengan membentuk Kasi Pendidikan Orang Rimba di Dinas Pendidikan setempat.

Sementara pada tahun ini, akan dilakukan rehabilitasi kerusakan jalan sepanjang 30 km mulai dari Simpang Pauh hingga kawasan peyangga TNBD di Desa Pematang Kabau, Kecamatan Air Hitam yang sumber dana APBD Pemprov Jambi senilai Rp3,2 miliar dan APBD Sarolangun Rp10 miliar.

TNBD yang memiliki keunikan cagar beosfer atas keberadaan Orang Rimba, juga menyimpan kekayaan flasma nuftah seperti flora dan fauna yang dilindungi. Berdasarkan penelitian LIPI, TNBD memiliki 137 jenis tumbuhan obat-obatan untuk berbagai penyakit.

Sementara itu, Kepala Balai TNBD Provinsi Jambi, Waldemar Hasiholan mengatakan, TNBD dikategorikan hutan sekunder tua, muda, vagetasi semak blukar, kebun karet dan ladang masyarakat. Kawasan itu menjadi perwakilan tipe ekosistem hutan tropis dataran rendah dan daerah tangkapan air Sungai Batanghari Provinsi Jambi.

Untuk pengamanan TNBD telah dibentuk lima tim regu pengamanan swakarsa sebanyak 20 orang gabungan Polhut, Orang Rimba, dan masyarakat sekitar. Program pemerintah itu menjadi tumpuan harapan Orang Rimba untuk menyelamatkan TNBD, seperti yang diungkapkan Tumenggung Tarib (Salah satu ketua kelompok Orang Rimba).

"Kami Orang Rimba tak punya masa depan, yang penting kami bisa makan. Agar kami bisa makan dan hidup jangan rusak hutan kami," kata Tarib.

Sumber : www.kompas.com (5 Mei 2008)


Read : 2.711 time(s).

Write your comment !