Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
No data available
News
29 mei 2007 07:14
Rakerda LAM Batam Lahirkan 11 Rekomendasi
Batam Centre- Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I, Minggu (27/5) di Asrama Haji Batam Centre. Rakerda itu melahirkan 11 butir rekomendasi bagi Pemko Batam.
Rakerda I LAM Kota Batam itu dihadiri Walikota Batam Ahmad Dahlan, Ketua LAM Provinsi Kepri Abdul Razak, Ketua LAM Kota Batam Imran AZ, sejumlah pejabat Pemko Batam seperti Kepala Disduk Sadri Khairuddin, Kepala BPM Syuzairi, Kepala Disperindag Ahmad Hijazi, Ketua BKD Maaz Ismail, Sekretaris DPRD Kota Batam Guntur Sakti, serta Hardi S Hood, selaku Ketua Panitia dan undangan lainnya.
Peserta Rakerda LAM Kota Batam berasal dari 12 kecamatan yang ada di Kota Batam dengan diwakilkan sebanyak lima orang, tiga orang dari LAM Provinsi Kepri, dan 39 orang dari LAM Kota Batam.
Ketua LAM Kota Batam, Imran AZ mengatakan budaya Melayu harus menjadi budaya yang patut dibanggakan dan dijunjung di wilayah Provinsi Kepri. Karena budaya Melayu menjadi akar sejarah bagi pembangunan daerah sejak awal terbentuknya Provinsi Kepri. Untuk itu, seluruh masyarakat diminta untuk saling membangun dan bahu membahu terhadap kemajuan budaya Melayu, di tengah-tengah kemajuan pembangunan.
Melalui Pemko Batam sebut Imran, LAM Kota Batam berharap budaya serta adat istiadat Melayu tetap menjadi prioritas utama untuk selalu diperhatikan. Karena itu juga, 11 rekomendasi yang dihasilkan di dalam Rakerda LAM Kota Batam lebih mengarah pada pengembangan budaya Melayu itu sendiri. Dimana di dalam setiap pembangunan yang dilakukan pemerintah, diharapkan LAM diikutsertakan sebagai payung bagi semua organisasi Melayu di Kota Batam.
Rekomendasi yang diusulkan ke Pemko Batam dengan tetap melibatkan keberadaan serta masukan dari LAM Kota Batam diantaranya, terkait dengan Perda Hari Jadi Kota Batam, Perda Maskot Kota Batam, Perda Adat Istiadat Kota Batam, pemberian nama-nama gedung dan jalan dengan menggunakan nama-nama pahlawan dan tokoh-tokoh Islam, lebih banyak menggunakan corak bangunan ke arah Melayu, serta upaya penyelesaian persoalan Kampung Tua.
"Kita berharap rekomendasi Rakerda Kota Batam ini akan bisa difasilitasi Pemko Batam. Walikota Batam kita harapkan untuk lebih membudayakan adat istiadat Melayu di Kota Batam. LAM akan menjadi wadah bagi semua organisasi Melayu yang ada di Kota Batam ini," ujar Imran.
Sementara itu, Walikota Batam Ahmad Dahlan dalam kesempatan yang sama juga berharap LAM Kota Batam bisa memberikan usulan serta masukan kepada Pemko Batam di dalam setiap pembangunan. Termasuk untuk tanggal Hari Jadi Kota Batam, yang memang hingga saat ini belum diputuskan.
Melalui LAM juga kata Dahlan, segala bentuk proyek dan kegiatan pemerintah diminta untuk bisa ikut mengawasi. Jika memang ditemukan adanya penyimpangan ataupun kesalahan, menjadi tugas bersama untuk saling mengoreksi. Lancarnya pembanguan pemerintah juga dikarenakan adanya keterlibatan pengawasan oleh masyarakat.
"Pemerintah sangat menyambut baik sekali peran masyarakat untuk pembangunan daerah ini ke depannya. Seperti keberadaan LAM Kota Batam, yang tentunya akan memberikan pengaruh pembangunan Kota Batam juga ke depannya. Karena itu, saya berharap berikanlah masukan dan usulan kepada kami, terhadap setiap kegiatan pemerintah. Kita sama-sama mengawasi dan memajukan daerah ini," ungkap Dahlan.