Tuesday, 19 May 2026   |   Tuesday, 2 Dzulhijah 1447 H
Visiteurs en ligne : 361
aujourd hui : 23.707
Hier : 19.896
La semaine dernière, : 249.195
Le mois dernier : 15.288.374
Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

14 juni 2007 08:22

Rusli Zainal Diwisuda, Raih Gelar MP

Rusli Zainal Diwisuda, Raih Gelar MP

Gedung Kampus Institut Pertanian Bogor (IPB)

Bogor- Gubernur Riau (Gubri) HM Rusli Zainal mengakui kalau Provinsi Riau memang dikenal orang kaya dengan sumber daya alam (SDA). Hanya saja, SDA berlimpah ruah belum dinikmati dan memberikan kemakmuran bagi masyarakat Riau. Hal itu terlihat dari masih tingginya keluarga miskin yang tersebar di kota dan di kampung-kampung.

 “Provinsi Riau memiliki kondisi mirip kondisi nasional, dimana wilayah kepulauan, kaya SDA, tapi tinggi kemiskinan. Sehingga menimbulkan paradoks dalam pembangunan Riau, daerah kaya tetapi miskin,” jelas Gubri di Bogor Rabu (13/6) kemarin.

Hal itu disampaikan Gubri saat didaulat untuk memberikan sambutan di hadapan para wisudawan dan civitas IPB. Gubri Rusli Zainal, SE secara resmi telah menyelesaikannya pendidikannya, di program pascasarjana (S2) Institut Pertanian Bogor (IPB). Bertempat di Aula Gedung Gramadi, kampus IPB Dermaga Bogor, Rabu (13/6), Gubri diwisuda bersama 1.332 wisudawan lainnya, dari tingkat doktor, magister, sarjana dan ahli madya.

Gubri dinyatakan lulus pada 31 Mei 2007 lalu, setelah menempuh pendidikan di Magister Profesional bidang Manajemen Pembangunan Daerah selama 36 bulan. Gubri berhasil mempertahankan disertasinya dengan judul Pengembangan Kawasan Strategis Nasional dalam Pembangunan Provinsi Riau.

Mantan Bupati Indragiri Hilir (Inhil) Riau ini, berhak menyandang gelar Master Professional (MP) berkat bimbingan dan asuhan dua pembimbing akademiknya yakni Dr. Ir. Yusman Syaukat, MEc dan Dr. Ir. Lala M. Kolopaking, MS.

Lebih lanjut dalam sambutannya, Gubri menegaskan untuk mengatasi ketimpangan Riau yang kaya tapi masyarakatnya miskin, diperlukan pengembangan kebijakan pembangunan yang memberi tempat bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, yang mampu memanfaatkan SDM secara optimal namun tetap membuka peluang kerja bagi penduduk untuk keluar dari lingkaran kemiskinan.

Lebih lanjut, kata Gubri, peningkatan SDM tidak terjadi secara tiba-tiba. tetapi membutuhkan waktu panjang, biaya dan upaya yang besar. Karenanya alokasi dana pendidikan 20 persen sebagaimana diamanatkan UU Sisdiknas menjadi penting untuk segera direalisasikan.

“Investasi SDM saat ini penting bagi bangsa Indonesia untuk mengejar ketertinggalannya. Tanpa upaya ini, kualitas SDM yang direpresentasikan oleh Indeks Pembangunan Manusia atau Human Development Index akan terus berada di rangking bawah, “ ujarnya.

“Karena itu pemikiran yang telah dikembangkan di IPB, dapat menjadi modal intelektual yang dapat diarahkan dalam menggerakkan pemanfaatan sumberdaya secara berkelanjutan, membuka peluang kerja dan mengentaskan kemiskinan di daerah dan bidang kerja kita masing-masing,“ ujarnya.

Sementara itu, Rektor IPB Prof. Ir. H. Ahmad Ansori Mattjik MSc berharap agar wisudawan tetap bekerja keras secara profesional, memiliki disiplin tinggi dan memegang teguh kejujuran. Sebagai alumni IPB, para wisudawan diharapkan membangun bidang pertanian di daerahnya agar dapat menjadi pilar utama dalam pembangunan nasional.

“Kami memaklumi bahwa kondisi sekarang ini, pertumbuhan ekonomi di daerah masih rendah. Tunjukkan diri saudara sebagai alumni IPB yang dapat dibanggakan, dapat berperan secara optimal dalam pembangunan, “ ujar Rektor.

Selain Gubri HM Rusli Zainal, SE, MP masih ada putra Riau lainnya yang juga diwisuda pada hari yang sama. Adalah Ir. Apendi Arsyad, MSi, Pembantu Rektor I Bidang Akademik Universitas Djuanda, Bogor. Apendi meraih gelar Doktor (S3) IPB, setelah menyelesaikan pendidikannya di Program Ilmu Kelautan dan Perikanan, jurusan Pengelolaan Ilmu Pesisir dan Kelautan.

Pada kesempatan tersebut, juga diwisuda Menneg Pemuda dan Olah Raga Adhyaksa Dault, anggota menteri Kabinet Indonesia Bersatu. Ia meraih Doktor Ilmu Teknologi Kelautan (S3) dengan judul disertasi Peningkatan Peran Pemuda dalam Pembangunan Kelautan dan Perikanan di Sukabumi, Jawa Barat.

Pada pelantikan wisudawan Tahap III 2006/2007 ini, IPB menganugerahkan ijazah kepada 1.333 lulusan. Di antaranya 97 Program Doktor (S3), 136 Program Magister (S2), terdiri dari 51 Magister Manajemen, 18 Magister Profesional, 5 Magister IT, 687 Sarjana dan 39 Ahli Madya, yang berasal dari delapan fakultas di lingkungan IPB.

Dalam acara wisuda tersebut tampak hadir Kabiro Keuangan provinsi Riau Tengku Razmara, Kadisdik HM Wardan, Asisten II Herliyan Saleh, Asisten III Mardjohan Jusuf, Kabiro Pemerintahan dan Humas T. Khalil Jafar, Kadispora Abdul Lapiz, Direktur BUMD Rahman Akil, Kepala BADP Ramli Walid, Kepala Bappeda Emrizal Pakis, Kadis Pariwisata Seni dan Budaya Joni Irwan, mantan Danlanud Bonar Hutagaol, dan Kepala Perwakilan Riau di Jakarta Rusli M.

Dari jajaran legislatif Riau hanya tampak Ketua DPRD drh. Chaidir dan Ketua komisi A Yuherman Yusuf, yang berasal dari Partai Golkar. Gubri didampingi oleh sang istri tercinta, Septina Primawati serta kedua orang tuanya. Setelah diwisuda Gubri menyempatkan untuk melantik kepengurusan Ikatan Pelajar Mahasiswa Riau (IPMR) Bogor dan meresmikan asrama putri mahasiswa Riau di Bogor.

Sumber : http://www.dumaipos.com
Kredit foto : http://www.dpt.faperta.ipb.ac.id


Read : 2.713 time(s).

Write your comment !