Wednesday, 20 May 2026 |Wednesday, 3 Dzulhijah 1447 H
Visiteurs en ligne : 2.077
aujourd hui
:
25.362
Hier
:
25.387
La semaine dernière,
:
249.195
Le mois dernier
:
15.288.374
Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
No data available
News
15 juni 2008 10:56
Promosi Wisata Nusantara
Yogyakarta, MelayuOnline.com— Kesuksesan program Visit Indonesia Year 2008 tentu tidak hanya didukung oleh kunjungan wisatawan mancanegara, melainkan juga wisatawan domestik. Selain berupaya mendengungkan gaung potensi wisata Indonesia ke dunia internasional, pariwisata Indonesia juga harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Oleh sebab itu, promosi di dalam negeri perlu ditingkatkan.
Langkah inilah yang menjadi dasar Pameran Wisata Nusantara yang diselenggarakan pada tanggal 12—15 Juni 2008, di Ambarukmo Plaza, Yogyakarta. Pameran yang difasilitasi oleh Dinas Pariwisata, Seni, dan Budaya Provinsi DI. Yogyakarta ini diikuti oleh sekitar 30 kabupaten dan provinsi, mulai dari Naggroe Aceh Darussalam hingga Kabupaten Merauke, Provinsi Papua. Selain perwakilan dari dalam negeri, nampak pula perwakilan dari Malaysian Tourism Promotion Board.
Memanfaatkan momen tersebut, Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu (BKPBM) mengutus beberapa stafnya untuk membangun jaringan dengan berbagai dinas pariwisata daerah. Sebagai lembaga yang mengelola tiga portal data, yakni MelayuOnline.com, RajaAliHaji.com, serta WisataMelayu.com, relasi dengan pemerintah daerah sangat diperlukan untuk menyokong ketersediaan data menyangkut dunia kemelayuan, terutama obyek wisata di kawasan dunia Melayu. Berbekal buklet WisataMelayu.com, Pemimpin Redaksi MelayuOnline.com, Nursaed Ali Rido, M.A., Humas BKPBM, Naina Sinaro, SST.Par, serta beberapa staf lainnya mengunjungi pameran tersebut.
Dalam pameran ini, dinas pariwisata daerah saling bersaing mempromosikan potensi wisata daerahnya. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Naggroe Aceh Darussalam misalnya, menghias dinding stand mereka dengan lapisan kain beludru dengan dominasi warna kuning dan merah. Stand dari provinsi ‘serambi Mekkah‘ ini juga memamerkan ranjang tidur khas aceh yang dilapisi kain beludru yang berwarna warni, contoh-contoh senjata rencong, serta lukisan-lukisan para pahlawan Aceh.
Lain lagi dengan Provinsi Jambi. Provinsi ini menyajikan beragam atribut tentang suku Anak Dalam, suku khas di pedalaman Jambi. Untuk memuaskan pengunjung, stand ini menyediakan film dokumenter tentang kehidupan sehari-hari masyarakat suku Anak Dalam. Berbeda dengan stand Provinsi Jambi, Kabupaten Merauke menyajikan berbagai macam ramuan khas Papua, berbagai macam kerajinan, serta beraneka ragam ikan hias. Dalam stand ini, pengunjung dapat langsung bertanya kepada penjaga stand tentang berbagai macam kerajinan serta khasiat obat-obatan khas papua.
Untuk memeriahkan acara, panitia menyediakan panggung yang digunakan untuk menampilkan seni pertunjukan khas daerah, seperti Tari Perang dari Merauke, tarian khas Pasuruan, Jawa Timur, kesenian musik dari Payakumbuh, dan lain-lain. Selain dapat menikmati kesenian khas daerah, para pengunjung juga dapat memperoleh informasi obyek-obyek wisata andalan melalui brosur maupun buklet yang dibagikan cuma-cuma di setiap stand. Hanya saja, sangat disayangkan acara yang bersifat promosi ini lebih banyak digunakan sebagai ajang untuk menjual kerajinan maupun obat-obatan khas daerah. Sementara, suguhan informasi yang cukup memadai, seperti brosur, buklet, selebaran, maupun foto-foto kurang diperhatikan.