Sunday, 3 May 2026   |   Sunday, 16 Dzulqaidah 1447 H
Visiteurs en ligne : 299
aujourd hui : 12.336
Hier : 19.785
La semaine dernière, : 192.091
Le mois dernier : 15.288.374
Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

15 juni 2008 02:37

PM Badawi Sepakat Serahkan Kekuasaan Pada Wakilnya

PM Badawi Sepakat Serahkan Kekuasaan Pada Wakilnya

Kuala Lumpur- Perdana Menteri Malaysia Abdullah Ahmad Badawi menyatakan telah mencapai suatu keputusan kapan akan menyerahkan kekuasaan kepada wakilnya. Keputusan itu semakin menegaskan desakan sejumlah petinggi partai berkuasa yang terus mendapat menekan Badawi agar mundur menyusul kemenangan memalukan Barisan Nasional pada pemilu Maret lalu.

Seperti dilaporkan kantor berita Bernama, Jumat (13/6), Badawi mengatakan dirinya dan Wakil Perdana Menteri Najib Razak telah memutuskan waku yang tepat baginya menyerahkan kepemimpinan kepada Razak. “Najib dan saya telah memutuskan waktu yang tepat bagi saya menyerahkan kepemimpinan padanya. Kami tidak ada masalah dan menikmati kerja sama. Perubahan kepemimpinan pasti akan terjadi di saat yang tepat,” jelas Badawi. Namun Badawi tidak memberikan secara rinci tanggal penyerahan kekuasaan. Seorang ajudan perdana menteri mengkonfirmasi Badawi membuat komentar tersebut saat berpidato di depan pendukung pemerintah di timur Malaysia.

Najib, yang ayahnya dulu mantan perdana menteri yang kedua, saat berkunjung ke Inggris pekan ini mengatakan pertarungan kepemimpinan UMNO akan melemahkan partai. “UMNO kini berada di poin terendah dan jika Anda menciptakan pertarungan serius akan kepemimpinan, partai akan semakin melemah dan tidak sanggup menghadapi tantangan ke depan,” jelasnya menurut harian New Strait Times.

Badawi sebelumnya telah menolak seruan mundur yang disuarakan Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) untuk secara resmi rencananya menyerahkan kekuasaan dengan menyatakan dirinya hanya akan membicarakan isu transisi setelah pemilihan partai Desember nanti.

Badawi juga menyerukan diakhirinya spekulasi atas hubungannya dengan Najib yang dikatakannya akan membahayakan partai. “Sangat penting bagi semua orang untuk melihat hubungan antara saya dan Najib sangat krusial untuk memperkuat UMNO dan pemerintah serta untuk pelaksanaan proyek-proyek dan program yang telah direncanakan,” ujarnya.
Kecam Keputusan Pemerintah, Desak Badawi Mundur

Pada saat hampir bersamaan, demontrasi rakyat Malaysia melawan kenaikan harga BBM semakin besar. Sekitar 1.000 pendukung oposisi usai usai sholat Jum`at di Kampung Baru melakukan longmarch sekitar tiga kilometer ke perempatan “Shoping Mall Sogo”, Kuala Lumpur, sebelum rencana demonstrasi puncaknya pada 12 Juli 2008 dengan target 500.000 orang.

“Turun…Turun. Turun minyak…turun harga. Turun…turun. Turun Pak Lah. Turun Najib” demikian yel-yel yang diteriakkan sekitar 1.000 demonstran yang melakukan unjuk rasa dari masjid Kampung Baru ke perempatan Sogo tersebut. Demonstrasi menentang kenaikan harga BBM yang dikoordinir oleh Geramm (Gerakan Rakyat Anti Manipulasi Minyak) rencananya akan dilakukan dari masjid Kampung Baru menuju menara kembar Petronas.

Namun arak-arakan massa itu ternyata mengelabui polisi, karena unjuk rasa bukan ke Petronas tapi ke shopping mall Sogo, sehingga sepanjang perjalanan tidak nampak penjagaan polisi. Aparat polisi sebelumnya telah bersiaga di sepanjang jalan antara masjid Kampung Baru dan gedung Petronas.

Massa yang berjalan dipandu dan dijaga ketat oleh Unit Amal Pas (Partai Islam Se-Malaysia). Massa bergerak dari jalan Raja Alang kemudian belok ke kiri masuk ke jalan utama Tun Abdul Rahman menuju dataran merdeka. Tapi massa rupanya berhenti di depan shopping mall Sogo kemudian melakukan jongkok dan duduk di tengah persimpangan jalan raya sehingga menimbulkan kemacetan panjang.

Ketua angkatan muda PKR Shamsul Iskandar Mohd Akin menyampaikan orasinya di depan massa dan di persimpangan jalan, kemudian disusul orasi ketua Pemuda PAS Salahuddin Ayub dan ketua PAS Dr Syed Azman Syed Nawawi. Salahuddin mengatakan pihaknya akan perhimpunan masa yang lebih besar untuk menentang kenaikan harga minyak. “Kami akan mengadakan demonstrasi lagi minggu depan hingga puncaknya pada 12 Juli 2008 dengan target sekitar 500.000 orang,” katanya.

Demonstrasi itu didukung sejumlah pengendara sepeda motor yang terjebak macet dengan membunyikan klakson mereka saat para demonstran lewat. Aksi yang berlangsung 90 menit itu berakhir dengan damai. Polisi Diraja Malaysia telah memperingatkan akan mengambil tindakan terhadap pemrotes yang berunjukrasa tanpa mendapat ijin dari pihak keamanan.
Sama seperti negara-negara Asia lainnya, Malaysia menyatakan subsidi minyak sudah tidak bisa ditanggulangi menyusul naiknya harga minyak dunia. Kerajaan Malaysia telah menaikkan harga bensin sebesar 40,6 persen menjadi 2,7 ringgit (Rp7.800) per liter dan solar naik 63,2 persen menjadi 2,58 ringgit (Rp7.500) per liter sejak Kamis, 5 Juni 2008.Untuk meredakan kemarahan publik, PM Badawi telah berjanji tidak akan menaikkan harga minyak lagi pada tahun ini.

Namun para pengkritik mengatakan Malaysia, salah saru negara penghasil minyak, mendapat keuntungan dari naiknya harga minyak dunia dan seharusnya menggunakan keuntungan yang diperoleh Petronas untuk mendanai subsidi minyak. Partai-partai oposisi dan kelompok HAM dalam beberapa pekan ke depan berencana menggelar unjukrasa nasional.

Sumber : Harian SIB (14 Juni 2008)
Kredit foto : www.darnmalaysia.com


Read : 1.720 time(s).

Write your comment !