Sunday, 26 April 2026   |   Sunday, 9 Dzulqaidah 1447 H
Visiteurs en ligne : 387
aujourd hui : 10.866
Hier : 23.172
La semaine dernière, : 7.342.256
Le mois dernier : 101.098.282
Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

18 juni 2008 06:37

Malaysia Investasi Pendidikan di Aceh

Malaysia Investasi Pendidikan di Aceh
Kampus IAIN Ar-Raniry, Banda Aceh.

Banda Aceh- Universitas Kebangsaan Malaysia UKM) akan melakukan investasi pendidikan di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), guna membantu dan membangun kembali pendidikan di provinsi itu yang bertaraf internasional.

Hal itu dikatakan Zakaria Stapa dari UKM saat tampil pada seminar internasional di IAIN Ar-Raniry Banda Aceh, Senin (16/6).

“Selaku negara yang mengarah kemajuan, kami bersedia melakukan investasi pendidikan di Aceh, karena antara Aceh dan Malaysia memiliki sejarah yang panjang baik dalam pendidikan maupun ekonomi. Saat seperti ini kami sudah sewajarnya membantu dunia pendidikan Aceh,” ujarnya.

Zakaria Stapa menyebutkan, dengan ilmu pengetahuan masyarakat suatu negara bisa bangkit dan maju, seperti yang pernah dilakukan di Malaysia, sampai hari ini sistem pendidikan Malaysia sudah dicontohi di Asia Pasifik.

“Dari pengalaman itu kami ingin sekali membantu Aceh ini,” terangnya.

Menyangkut alasan memilih Aceh, karena antara Malaysia dan Aceh tidak terlalu jauh perbedaan karaktek manusianya. Hanya saja sistem pemerintahan dan manajemen yang berbeda.

Sementara itu, Rektor IAIN Ar-Raniry, Prof Dr Yusny Saby menyambut positif kerjasama dengan Kolet Islam Antar Bangsa (KIAS) Kelantan Malaysia. Namun Yusni lebih menekan pendidikan Indonesia sebaiknya harus direvisi guna untuk menyempurnakan pendidikan yang baik.

“Kita harus mengakui kegagalan selama ini, karena sistem pendidikan di Indonesia dan Aceh secara khusus masih sangat minim karena manajemen belum maksimal, untuk itu perlu dilakukan revisi secepatnya,” tambah Yusni.

Tawaran kerjasama di bidang pendidikan ini, menurut Yusni, harus disambut dengan baik oleh semua kalangan, karena pemerintah Malaysia dengan sungguh-sungguh membantu Aceh dalam dunia pendidikan, ini peluang besar untuk bangkit pasca konflik dan tsunami. (mhd)

Sumber : www.analisa.com (18 Juni 2008)
Kredit foto : www.aceh.net


Read : 3.892 time(s).

Write your comment !