Tuesday, 23 June 2026   |   Tuesday, 7 Muharam 1448 H
Visiteurs en ligne : 0
aujourd hui : 6.033
Hier : 15.843
La semaine dernière, : 155.704
Le mois dernier : 9.252.016
Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

25 juni 2007 02:40

Stasiun Kelautan Jadi Tempat Penangkapan Penyu

Stasiun Kelautan Jadi Tempat Penangkapan Penyu

Bengkulu - Stasiun kelautan yang berlokasi di kawasan pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu, akan dijadikan tempat penangkaran empat jenis penyu khas Bengkulu yang kini terancam punah.

"Dalam waktu dekat kita akan ke Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, untuk melihat tempat penangkaran penyu, setelah itu akan dibangun pusat penangkaran di lokasi stasiun kelautan itu," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Bengkulu Tonny Sarwono di Bengkulu, Jumat (22/6).

Penangkaran penyu itu diperlukan karena populasinya kini terus berkurang, bahkan teramcam punah sebab telurnya diambil oleh masyarakat untuk dikonsumsi dan dijual.

"Karena setiap bertelur kemudian diambil, tidak ada telur yang menetas, maka memang keberadaan penyu-penyu itu sekarang di ambang kepunahan," tegasnya.

Di perairan Bengkulu hidup empat jenis penyu di antaranya penyu blimbing dan penyu hijau, yang habitatnya berada di kawasan pantai di Kabupaten Mukomuko.

Penyelematan penyu, tambah Tonny, kini menjadi program prioritas DKP Provinsi Bengkulu.

Berbagai upaya telah dan akan dilakukan guna menyelamatankan hewan yang kini mulai langka itu, di antaranya dengan mengajak masyarakat yang berada di sekitar habitatnya untuk turut menjaga dan mengurangi pengembilan telur-telurnya.

"Kalau dilarang sulit karena itu merupakan salah satu sumber pencaharian. Karena kita menghimbau untuk mengurangi kegiatan tersebut sehingga sebagian dari telur penyu tersebut menetas," ujarnya.

Namun, setelah timbul kesadaran dari masyarakat untuk menjaga kelestarian binatang itu, maka diharapkan pengambilan telur-telur itu akan berhenti sama sekali.

Stasiun kelautan dibangun pada 2006, dengan tujuan membantu para nelayan tradisonal untuk mengetahui lokasi keberadan kumpulan ikan, sehingga hasil tangkapan mereka dapat menunjang kehidupan yang layak.

Sumber : www.antara.co.id
Kredit foto : www.witteveenbos.co.id


Read : 2.883 time(s).

Write your comment !