Tuesday, 23 June 2026   |   Tuesday, 7 Muharam 1448 H
Visiteurs en ligne : 0
aujourd hui : 5.991
Hier : 15.843
La semaine dernière, : 155.704
Le mois dernier : 9.252.016
Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

25 juni 2007 02:10

Istri Menpan Buka Pameran

Tercengang Lihat Anggrek Meratus
Istri Menpan Buka Pameran

Banjarmasin- Demam anggrek sedang melanda warga Banjarmasin dan sekitarnya. Pasar bunga dadakan di pinggir-pinggir jalan, hingga maraknya setiap even pameran, menjadi bukti begitu banyaknya pengagum tanaman hias di Kota Seribu Sungai ini.

Terik matahari pagi tak dirisaukan Ny. Sri Widiati Taufiq Effendi. Dia begitu bersemangat memandang anggrek-anggrek yang dipajang di bawah tenda pameran di Hotel Rattan Inn Banjarmasin, Sabtu (23/6) kemarin.

Dengan mengenakan busana muslim warna cerah, Sri berjalan diiringi suaminya, Taufiq Effendi yang kini menjabat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan).

Tampak pula mengiringi, Pembina Yayasan Suaka Ananda BPost, HG Rusdi Effendi AR, Bendahara yayasan Ny. Aida Muslimah Rosehan NB, manajer hotel dan sejumlah pengurus yayasan. Mereka semua menuju tempat digelarnya pameran anggrek.

Ny Sri yang didaulat membuka pameran pun banyak bercerita tentang kecintaanya terhadap anggrek. "Saya di rumah juga memiliki kebun bunga. Banyak koleksi anggrek di sana. Namun setelah melihat keindahan anggrek di tanah leluhur suami saya, kecintaan saya semakin bertambah," katanya yang disambut tepuk tangan.

Sayang, koleksi ibu pejabat ini tampaknya masih kurang. Bahkan ia belum tahu sama sekali jika Kalimantan pun memiliki anggrek yang memiliki keindahan khas. Usai membuka pameran, Sri pun tak menyia-nyiakan kesempatan melihat dari dekat koleksi yang ada. Ia banyak bertanya tentang jenis dan cara perawatan bunga indah itu kepada penjaga stand pameran.

"Wah dapat dari mana anggrek ini, bentuknya unik sekali. Baru kali ini saya melihatnya," ucap Sri saat melihat bulbopylum species, anggrek asli Kalimantan Selatan.

Ketika mendengar anggrek itu berasal dari Pegunungan Meratus, Sri langsung geleng-geleng kepala karena baru kali pertama melihatnya.

Dia pun langsung mengingatkan agar pemerintah daerah berperan aktif menggalakkan usaha menjaga kelestarian dan keaslian anggrek tersebut. "Kalau perlu terapkan cukai dengan biaya tinggi untuk tanaman asli Kalimantan Selatan, agar orang yang ingin membawa anggrek khas Kalimantan Selatan berpikir dua kali," pintanya. Taufik yang setia mengiringi istrinya, hanya melempar senyum sambil memandangi anggrek-anggrek nan indah itu. Namun begitu matanya menangkap anggrek bulbopylum spesies, Taufiq pun memanggil ajudannya.

Dia membisikkan sesuatu. Tak berselang lama, sang ajudan merogoh tas warna hitam yang ia tenteng. Sebuah kamera digital ia keluarkan dan diserahkan kepada bosnya.

Rupanya Taufiq ingin mengabadikan anggrek itu. Belum puas, Taufiq pun bergeser dan mengalihkan bidikannya.

Kepala Dinas Pertanian Kota Banjarmasin, Rusmin yang hadir dalam pameran itu menjelaskan, ada tiga jenis coloegene yang terkenal dari Banjarmasin yakni, dayana, asperata dan pandurata. Mengenai anggrek bulan yang terkenal dan sangat langka adalah Anggrek Bulan Pelaihari.

"Bunganya bisa tahan sampai enam bulan. Anggrek ini paling banyak diselundupkan, padahal sangat sulit sekali menemukannya. Harganya jutaan rupiah dan itu dilindungi," jelas Rusmin.

Sumber : Banjarmasin Post
Kredit foto: Kompas.com


Read : 2.762 time(s).

Write your comment !