Wednesday, 29 April 2026 |Wednesday, 12 Dzulqaidah 1447 H
Visiteurs en ligne : 0
aujourd hui
:
4.394
Hier
:
22.835
La semaine dernière,
:
169.256
Le mois dernier
:
101.098.282
Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
No data available
News
26 sepember 2008 07:20
Pemuda Sulut Konsolidasi Ke Tokoh Masyarakat
Batam- Panitia Mubes dan calon Ketua Forum Komunikasi Pemuda (FKP) Sulawesi Utara (Sulut) Kepri menggelar konsolidasi kepada tokoh-tokoh masyarakat Sulut di Hotel Harmoni, Kamis (18/9) lalu. Pada kesempatan itu hadir Ventje Pancalila, Dance Wongkaren, dan Arthur Walewangko. Dalam pertemuan itu, selain melakukan konsolidasi, mereka juga meminta doa restu dan bimbingan agar dapat mewujudkan forum itu. Pasalnya, tanpa mereka (tokoh masyarakat Sulut, red) FKP Sulut Kepri I sangat sulit menjadi organisasi yang besar.
Menurut Ventje, dengan adanya forum ini para pemuda-pemudi Sulut yang berada di Kepri dapat memiliki wadah yang positif. Untuk itu, dalam mubes FKP Sulut Kepri I pada 18 Oktober nanti, harus dilaksanakan secara proposional dan kekeluargaan. Dengan begitu forum ini dapat menumbuh kembangkan kemampuan yang dimiliki semua pemuda-pemudi Sulut yang ada di Kepri.
“Wadah ini juga diharapkan dapat menjadi jembatan antara FKP Sulut Kepri dengan pemerintah Provinsi Kepri dalam membangun provinsi yang masih muda ini,” kata Ventje kepada Batam Pos.
Selain itu, kata Ventje, para pengurus juga harus memiliki wawasan nasionalisme dan wawasana kebudayaan Sulawesi Utara. Dengan begitu, forum ini pasti dapat menjadi besar dan mampu mengharumkan nama Sulut di tanah melayu ini. “Salah satunya, kebudayaan asli Sulut harus dilestarikan di Kepri. Mulai dari seni Tari Mak Engket, Kebesaran, Ampamayer, Kolintang hingga yang lainnya,” ujar Ventje.
Ventje melanjutkan, agar FKP Sulut Kepri dapat berkembang, maka mereka harus dapat menjalin komunikasi dan berkoordinasi dengan organisasi kepemudaan serta pangunyuban yang ada di Kepri.
Sementara itu, Dance Wongkaren melihat, sebenarnya pemuda Sulut memiliki potensi yang cukup bagus di bidang olahraga. Untuk itu, dengan adanya wadah ini, Dance berharap dapat memunculkan atlet-atlet Kepri.
Dengan jumlah 10 ribu jiwa warga Sulut yang ada di Kepri, lanjut Dance, minimal ada satu atau dua orang yang dapat mengharumkan nama Kepri di tingkat nasional maupun international di bidang olahraga.
Sedangkan Arthur Walewangko melihat, para pemuda-pemudi yang ingin mencalonkan diri untuk menjadi ketua FKP Sulut Kepri, mereka harus bersedia dari diri sendiri. Lalu mereka harus mampu dalam intelektual, networking, dan yang lainnya. “Namun yang terpenting, yaitu calon ketua didukung seluruh warga Sulut,” tukas Arthur. (mat)