Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
No data available
News
01 oktober 2008 00:47
Gemuruh Takbir di Langit Frankfurt
Jakarta- Gemuruh takbir bergema di lingkungan Aula Asrama Mahasiswa Frankfurt am Main di kawasan Lessingstrasse. Ratusan warga Indonesia sejak pukul 08.00 pagi hari ramai-ramai mengunjungi tempat pelaksanaan salat Id yang diselenggarakan Masyarakat Islam Indonesia di Frankfurt.
Pagi yang dingin menusuk seiring datangnya musim gugur di daratan Eropa tak menghalangi niat warga Indonesia untuk menandangi lokasi pelaksanaan salat Id. Para pengunjung dari segala usia hadir di kesempatan itu. Meski riuh oleh kehadiran anak-anak yang gembira bermain, suasana khidmat tetap terasa. Tak kurang dua ratus lima puluh orang ikut serta dalam pelaksanaan salat kali ini.
Tidak hanya warga Indonesia, sejumlah mualaf asal Jerman juga didapati duduk bersama di tengah-tengah jamaah yang hadir. Pada kali itu ikut hadir Kepala Perwakilan RI-Frankfurt bersama segenap keluarga.
Sebelum pelaksanaan salat Id dimulai Maulana Chandrasakti, Ketua MII Frankfurt, menyampaikan informasi seputar pengumpulan zakat. Ia melaporkan, zakat yang terkumpul seluruhnya telah dikirimkan kepada pihak-pihak yang dianggap patut mendapat bantuan. Sejauh ini, dia menuturkan, seluruh anggaran yang terkumpul melalui zakat telah ditujukan penggunaannya terutama bagi masyarakat di tanah air.
Tepat pukul 09.00, salat Id dimulai diimami Ustadz Izzuddin Abdul Manaf, Lc, MA. Pria muda yang saat ini berstatus sebagai kandidat doktor pada Universiti Malaya juga tampil sebagai penceramah dalam salat Id kali itu di Frankfurt. Ia berbicara tentang kepemimpinan yang bertaqwa.
Ia menyebut di antaranya, seorang muslim yang baik adalah muslim yang hatinya terikat kepada masjid. Seluruh orientasi seorang muslim sejati seluruhnya ditujukan untuk mendapat ridho Allah. Termasuk juga harta kekayaan, jabatan, dan semua hal yang Allah anugerahkan, seluruhnya mesti diingat sebagai amanah dari Allah.
Ramadan, demikian ia juga menjelaskan, melatih solidaritas dan rasa kemanusiaan. Hal ini penting mengingat sebagian besar manusia kini terjangkit dalam penyakit hedonisme. Karenanya, ajakan hidup sederhana mesti dilaksanakan semua pihak, terutama para pemimpin sebagai pemberi keteladanan.
Usai ceramah disampaikan, acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan mencicipi panganan yang disuguhkan pihak panitia penyelenggara. Seraya saling bermaaf-maafan, suasana hangat yang penuh dengan keakraban terasa begitu erat mengikat hati. Tak terasa, suasana silaturahim membuat banyak warga tak seperti merasa tengah di negeri rantau.
Rencananya, setelah usai menunaikan salat Id, warga Indonesia yang berdomisili di Kota Frankfurt akan segera mengunjungi Wisma Indonesia di kawasan Niederaederlandstrasse. Di kediaman resmi Kepala Perwakilan RI di Frankfurt warga Indonesia sekaligus menyelenggarakan acara halal bi halal. (irw/irw)
Sumber : ramadan.detik.com (1 Oktober 2008) Kredit foto : detik.com (Aksara Kauniah)