Yogyakarta,MelayuOnline.com - Upaya Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu (BKPBM) membangun network dengan pihak-pihak yang berkompeten dalam pengkajian dan pengembangan budaya Melayu terus dilakukan. Hal itu terkait dengan semakin banyaknya apresiasi, harapan, serta dukungan dari masyarakat luas. Tingginya apresiasi terhadap BKPBM terlihat dari jumlah kunjungan ke MelayuOnline.com, WisataMelayu.com, dan RajaAliHaji.com yang terus meningkat dari hari ke hari.
Berdasarkan data statistik di www.alexa.com pada bulan November 2008, jumlah kunjungan ke MelayuOnline.com dari berbagai belahan dunia telah mencapai 22.134 perharinya. Untuk memenuhi ekspektasi para pengunjung tersebut, BKPBM menempuh langkah-langkah kongkrit guna meningkatkan aktivitas pengkajian dan penelitian, baik secara kualitas maupun kuantitas, serta pengayaan data.
Sebagai optimalisasi kegiatan keilmuan itu, BKPBM kali ini menjalin kerjasama dengan Jurusan Sastra Indonesia dan Jurusan Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Gadjah Mada. Penjajakan kerjasama secara formal telah dilakukan dengan mengunjungi kedua jurusan pada Jumat siang (07/11/08). Dalam kunjungan tersebut, rombongan BKPBM terdiri dari Hadi Kurniawan (Wakil Pimpinan Umum MelayuOnline.com), Yuhastina Sinaro (Humas BKPBM), Nursaid Ali Rido (Pimpinan Redaksi MelayuOnline.com), dan Ahmad Salehudin (Pimpinan Redaksi RajaAliHaji.com). Kedua jurusan menyambut secara positif dan akan segera melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan BKPBM dalam waktu dekat.
“Salah satu bidang kajian yang digarap secara serius oleh BKPBM adalah Sastra Melayu, mengingat sastra merupakan unsur kebudayaan Melayu yang mengangkat peradaban Melayu di mata dunia. Untuk itu, kehadiran kami bermaksud mengajak Jurusan Sastra Indonesia secara bersama-sama mengkaji dan mempublikasikan sastra Melayu ke seluruh dunia,” kata Ahmad Salehudin kepada Prof. Dr. I Dewa Putu Wijana, S.U., M.A(Ketua Jurusan Sastra Indonesia) dan Drs. Sudibyo, M.Hum (Staf Pengajar Sastra Indonesia) yang menyambut rombongan BKPBM.
Ditegaskan pula oleh Yuhastina, bahwa BKPBM dalam upaya mengkaji dan mempublikasikan sastra Melayu ini didasarkan atas komitmen mengembangkan kesusastraan Melayu. Sejauh ini belum ada pihak manapun yang mendukung secara finansial kepada BKPBM, akan tetapi aktivitas pengkajian harus terus berjalan.
Prof. Putu menanggapi tawaran kerjasama itu dengan baik. “Pada prinsipnya kami menerima dengan senang hati penawaran kerjasama ini. Silahkan pihak BKPBM mengajukan bentuk-bentuk kerjasamanya, nanti kami akan mempertimbangkan dan menindaklanjutinya. Di jurusan kami ini banyak ahli sastra Melayu. Mereka dapat dilibatkan langsung dalam pengkajian dan pengembangan sastra Melayu,” ungkapnya.
Pertemuan itu berlangsung santai dan diwarnai dengan lontaran kata-kata yang mengundang gelak tawa. Kemudian diakhiri dengan tukar-menukar cenderahati sebagai tanda keeratan jalinan kerjasama antara kedua belah pihak.
Raih Kesepakatan dengan Jurusan Sastra Inggris
Sekali mengayuh dayung dua tiga pulau terlampaui. Pepatah Melayu itu seolah menginspirasi rombongan BKPBM memperluas network dengan banyak jurusan di FIB-UGM. Setelah mencapai kata sepakat dengan Sastra Indonesia, langkah mereka begitu mantab untuk segera menemui Dr. Juliasih Kusharyanto (Ketua Jurusan Sastra Inggris), sebagai tindak lanjut dari surat penawaran kerjasama yang telah dikirimkan beberapa waktu lalu kepada yang bersangkutan.
Tanggapan Dr. Juliasih pada penawaran kerjasama dengan BKPBM sangat menggembirakan. Beliau menegaskan bahwa sudah saatnya kita bersama-sama menduniakan budaya Melayu Indonesia. Dan kalau bisa, bahasa Indonesia yang merupakan bagian dari budaya kita menjadi bahasa Internasional. Hal itu beliau sampaikan ketika menanggapi penjelasan Hadi Kurniawan terkait dengan latar belakang pendirian dan misi BKPBM.
“Saya secara pribadi menyambut baik tawaran kerjasama dengan BKPBM yang menduniakan budaya Melayu dengan bahasa Indonesia. Kami di sini akan membantu sesuai dengan kemampuan dan kapasitas kami,” ungkapnya kepada rombongan BKPBM.
“Salah satu yang bisa kami lakukan adalah menerjemahkan hasil-hasil kajian BKPBM ke dalam bahasa Inggris. Melalui kerjasama ini, semoga kita termasuk generasi yang punya kontribusi penting dalam pengembangan budaya dan bahasa kita”, tambahnya.