Wednesday, 19 August 2026 |Wednesday, 5 Rab. Awal 1448 H
Visiteurs en ligne : 0
aujourd hui
:
6.380
Hier
:
21.379
La semaine dernière,
:
179.363
Le mois dernier
:
11.454.048
Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
No data available
News
09 juli 2007 06:53
Tonggak Tuo Sudah Dijemput
Beberapa orang dubalang sedang berupaya memindahkan tonggak tuo di Nagari Pariangan, beberapa waktu lalu. Prosesi ini bagian dari pembangunan kembali Istano Pagaruyung
Batusangkar- Jelang peletakan batu pertama pembangunan kembali Istano Basa Pagaruyuang Batusangkar, Sumatera Barat (Sumbar), Kerapatan Adat Nagari (KAN) Pagaruyung beserta ninik mamak dan bundo kanduang, melakukan prosesi penjemputan tonggak tuo ke Nagari Pariangan, Kamis (5/7). Ritual adat ini bagian dari prosesi adat batagak tonggak tuo Istano Pagaruyung yang direncanakan dilaksanakan Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Sebelum tonggak tuo dibawa ke Nagari Pagaruyung, terlebih dahulu dilakukan acara pasambahan adat. Dalam penjemputan, tonggak tuo itu tidak begitu saja diambil, tapi harus ada persyaratannya. Persyaratan itu ditempatkan dalam carano tertutup, berisi daun sirih 12 lembar, pinang 5 buah, sadah, gambir 7 buah, daun dan tembakau serta uang (pitih nan sapiak).
Selain itu, dipersiapkan juga silamak kunin /nasi kunik, singgang ayam, limau tujuh ragam, dan tawa nan ampek. Setelah persyaratan tersebut lengkap, penjemputan diteruskan dengan acara penawaran air limau. Dalam prosesi ini dilakukan oleh Dt. Maharajo Dirajo.
Selanjutnya semua tonggak tuo yang akan dibawa, diikat dubalang. Kemudian dilakukan pembakaran kumayan oleh Dt Sampono Marajo, dan diakhiri dengan pembacaan doa oleh Angku Labai Sati. Kemudian seluruh tonggak tuo yang sudah terletak di pusaro Dt. Gerhano Tentejo, dinaikkan ke atas truk. Selanjutnya dibawa ke Pagaruyung. “Kita harapkan adat Minangkabau menjadi pakaian kita bersama. Jika ini sudah ditegakkan, pihaknya optimis negara dan daerah ini bertambah maju. Tapi, jika kita tidak lagi mengindahkan, maka kita sendirilah yang akan menanggung bebannya,” ujar Tampuak Tangkai Adat Alam Minangkabau, Dt. Bandaro Kayo dalam titahnya.