Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
No data available
News
17 desember 2008 06:00
Merajut Cultural Understanding Indonesia-Malaysia di Pesantren Yogya
Santri Pondok Pesantren Darul Yatama Anwar Futuhiyah sedang bersiap memainkan musik hadrah
Yogyakarta, MelayuOnline.com -Selepas mangrib pada hari Selasa (16/12/2008), di pinggiran timur Yogyakarta yang cukup terpencil dan sunyi, tepatnya di Mushalla Pondok Pesantren Darul Yatama Anwar Futuhiyah, Blotan, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta, sebanyak 18 siswa dan 2 guru pendamping dari Kolej Mara Banting Selangor, Malaysiamementaskan sendratari yang menggambarkan dialektika tiga etnis besar yang hidup di Malaysia, yaitu Melayu, Cina, dan India. Pementasan tersebut kemudian diikuti dengan pementasan musik hadrah oleh santri putra Pondok Pesantren Darul Yatama Anwar Futuhiyah.
Dengan berpakaian sederhana dan tanpa riasan wajah yang mencolok, para pemain sendratari dari Malaysia nampaknya ingin menyampaikan kepada ratusan santri Pondok Pesantren Daarul Yatama Anwar Futuhiyah dan masyarakat sekitar yang menghadiri acara tersebut, bahwa Malaysia tidak hanya didiami oleh etnis Melayu, tapi juga etnis-etnis lain, seperti Cina dan India.
Menurut Nadia Rohani Abdul Malik, ketua rombangan Kolej Mara, pementasan tersebut diharapkan dapat memperkenalkan budaya Malaysia kepada masyarakat Indonesia pada umumnya, dan santri serta masyarakat yang tinggal di sekitar pondok pesantren pada khususnya. “Kami berharap, apa yang kami lakukan dapat menjadi awal bagi terciptanya cross-cultural understanding antara masyarakat Malaysia dan Indonesia. Masyarakat Indonesia mengetahui budaya Malaysia, dan masyarakat Malaysia mengetahui budaya Indonesia. Dengan cara ini, kami berharap tidak ada lagi rasa saling curiga dan hubungan kedua negara semakin erat,” ungkap Nadia.
Pementasan sendratari ini, menurut Nadia, hanyalah salah satu kegiatan yang dilakukan oleh siswa-siswi Kolej Mara selama sepuluh hari (8 – 18 Desember 2008) berada di Indonesia. Sebelumnya, mereka melakukan kegiatan di SMPN 2 Ngemplak, dan Pondok Pesantren Ar-Rabitoh Krapyak, Sleman Yogyakarta.
Menurut Kiai Muhammad Labib, Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Yatama Anwar Futuhiyah, apa yang dilakukan oleh siswa-siswi Kolej Mara merupakan bentuk nyata partisipasi masyarakat dalam menciptakan pemahaman antarbudaya. (Ahmad Salehudin/ brt/12-08)