Tuesday, 18 August 2026 |Tuesday, 4 Rab. Awal 1448 H
Visiteurs en ligne : 0
aujourd hui
:
3.760
Hier
:
19.117
La semaine dernière,
:
179.363
Le mois dernier
:
11.454.048
Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
No data available
News
10 juli 2007 07:20
Menhut Jamin Pembangunan Istana Pagaruyung
Padang- Menteri Kehutanan (Menhut) MS. Ka‘ban berjanji akan memenuhi kebutuhan kayu untuk pembangunan kembali replika Istana Pagaruyuang yang terbakar beberapa waktu lalu, dengan memerintahkan Perum Perhutani, perusahaan pengelola hutan tertua di Indonesia itu, mendistribusikan kayu yang dibutuhkan.
"Menhut telah memberikan kepastian tentang jaminan ketersediaan kayu tersebut kepada saya beberapa waktu lalu di Jakarta," kata Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Gamawan Fauzi, di Padang, Jumat (6/7). Dia menyebutkan hal tersebut terkait peletakan batu pertama pembangunan kembali replika Istana Pagaruyung oleh Wakil PresidenRI. Jusuf Kalla pada Minggu (8/7).
Replika Istana Pagaruyung sebelum terbakar memiliki 11 gonjong, sembilan ruang dan 72 tiang, dan kayu digunakan adalah jenis surian yang banyak terdapat di Kota Bukittinggi.
Tanpa menyebutkan jumlah kayu yang dibutuhkan untuk pembangunan kembali replika istana tersebut, Gubernur mengungkapkan, berapapun jumlahnya telah dijamin ketersediaannya oleh Menhut.
Bangunan replika Istana Pagaruyuang yang terbakar itu mulai dibangun sekitar tahun 1974 dan selesai sekitar tahun 1978. Istana ini tidak digunakan sebagai tempat tinggal keluarga raja, tetapi difungsikan sebagai museum terbuka.
Akibat terbakarnya Istana itu, hanya sekitar 10 persen dari barang-barang museum yang berhasil diselamatkan. Pemprov Sumbar dan masyarakat berencana membangun kembali istana tersebut dan peletakan batu pertamanya akan dilakukan Wapres. Dana pembangunan kembali Istana Basso Pagaruyung, di Kabupaten Tanah Datar, Sumbar sudah terkumpul Rp8,5 miliar dari total kebutuhan Rp60 miliar.
Gubernur mengungkapkan pembangunan kembali Istana Pagaruyung tersebut akan dilakukan secara bertahap sesuai ketersediaan dana yang ada, baik berasal dari Pemda Sumbar, Pemerintah Pusat dan sumbangan pihak ketiga. Adapun desain istana dibuat oleh Ikatan Arsitektur Indonesia Sumbar.
Sumber : www.republika.co.id Kredit foto : www.jhonnie.fadillah.com