Sunday, 19 April 2026 |Sunday, 2 Dzulqaidah 1447 H
Visiteurs en ligne : 0
aujourd hui
:
1.791
Hier
:
26.672
La semaine dernière,
:
249.242
Le mois dernier
:
101.098.282
Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
No data available
News
12 juli 2007 01:44
Sumatera Barat Juara Umum Putri Busana Nasional
Bukittinggi- Pemilihan Putri Busana Nasional Kreasi tahun 2007 diikuti 21 provinsi di Indonesia. Sumatera Barat (Sumbar), salah satu peserta, menampilkan busana hasil rancangan Ida Sofyan, dari Fyrassco Fashion yang beralamat di Jalan M. Yamin Bukittinggi. Gita Puspita Sari, duta wisata asal Payakumbuh, yang saat ini kuliah pada Fakultas Psikologi UPI, dipilih sebagai modelnya.
Busana modifikasi modern dan tradisionil karya Ida Syofyan itu, berhasil meraih juara umum. “Desain yang kita tampilkan itu dirancang sesuai keinginan saya sendiri untuk mengangkat hasil kerajinan daerah berupa renda makau asal Koto Gadang, Kabupaten Agam, Sumbar menjadi sebuah kebaya modern yang mewah dan elegan,” kata Ida Sofyan, SE. Menurut Ida, yang juga mantan model itu, kebaya hasil rancangannya itu 90 persen merupakan hand made. Keberhasilan itu juga tidak terlepas dari bantuan salah seorang rekan yang juga putra asal Sumbar yang bermukim di Jakarta, Tata, sebagai make up stylis.
Ida sendiri mengaku, mengawali kariernya dengan merancang baju-baju marching band dan fashion show anak-anak. Keberangkatan putri asal Sumbar yang berhasil merebut juara umum itu, sebut Ida, merupakan utusan dari Ikatan Pelestari Seni Budaya Indonesia (IPSBI) Sumbar. “Kegiatan serupa pernah digelar pada tahun 2005 lalu dalam rangka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IPSBI di Jakarta. Namun dalam rangka Musyawarah Nasional (Munas) IPBSI Tahun 2007 kemarin, ajang serupa kembali digelar, alhamdulillah Sumbar keluar sebagai juara umum,” ujarnya.
Keikutsertaannya dalam lomba itu, berawal dari kunjungan Ketua Umum IPBSI Pusat, R.A. Datu Anggraini, SE, MA., ke Bukittinggi, dalam rangka pengukuhan dan pelantikan pengurus DPD dan DPC IPBSI Sumbar, sekitar 20 hari sebelum lomba. “Beliau datang ke rumah saya, dan setelah melihat pakaian di rumah, beliau menganjurkan agar busana tersebut diikutkan dalam lomba nasional,” sebut Ida. Ida Sofyan yang merupakan putri dari pasangan (alm) H. Sofyan Saidan dan Hj. Rasyidah, yang kini memiliki rumah jahit “Fyrasso” Bukittinggi itu menilai, dari prestasi yang telah dicapai itu, perhatian dari pihak Provinsi Sumbar dan pemko setempat masih minim.