Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
No data available
News
14 juli 2007 04:17
Dinas Budsenipar Taja Seminar Bahasa Dan Sastra Riau
Mempertahankan Kejayaan dan Peradaban
Pekanbaru- Dinas Kebudayaan Kesenian dan Pariwisata (Dinas Budsenipar) Provinsi Riau menggelar Seminar Bahasa dan Sastra Daerah Riau, Jum’at (13/7), bertempat di Hotel Pangeran, Pekanbaru, Riau. Tema yang diangkat dalam seminar kali ini adalah Mempertahankan Kejayaan dan Peradaban Bahasa dan Sastra Melayu Riau.
Gubernur Riau (Gubri) HM. Rusli Zainal, SE. MP. yang diwakili Asisten III Setdaprov Drs. HR. Marjohan Yusuf terkait kegiatan ini mengatakan, bahwa hidup manusia sebenarnya ditopang oleh tiga tiang agung. Jika salah satunya tumbang maka hidup akan pincang. “Sepertinya, tanpa itu manusia bagai bangkai terbang. Tidak memiliki ruh. Tiang tersebut dikenal dengan Vita Activa yaitu handlen atau bicara menggunakan bahasa, Arbeiten atau kerja, dan Herstellen yaitu berupa karya,” ucapnya.
Handlen atau bahasa menurutnya amat penting. Karena dengannya manusia mampu mengutarakan isi hati, menumpahkan sukacita, duka lara, derita dan nestapa. Keinginan, kemauan dan prestasi cemerlang dapat diekspose karena ada bahasa. Kenyataan ini, oleh kaum Romawi, disebut dengan peristiwa pemindahan dari alur idion ke alur koinon.
Lebih lanjut dikatakan, bahasa merupakan sarana yang amat penting untuk mempersatukan bangsa-bangsa. Sejarah telah membuktikan dalam perjalanan peradaban kemanusiaan bahwa negara serumpun yang selama ini dibagi-bagi berdasarkan sempadan-sempadan politik, dengan menggunakan bahasa yang sama mampu menjadikan negara-negara tersebut sebagai bangsa yang kuat dan hebat.
Sementara itu, Kepala Dinas Budsenipar, Joni Irwan, SH. MH. mengatakan, dengan Seminar Bahasa dan Sastra Daerah Riau ini diharapkan mampu melahirkan beberapa rekomendasi yang dapat menggesa terwujudnya kamus Bahasa Melayu, monumen Bahasa, serta Dewan Bahasa dan Sastra Melayu di Provinsi Riau.
Ia menyebutkan, Pemerintah Provinsi Riau sejak beberapa tahun lalu telah berupaya untuk mengagungkan bahasa. Selain itu juga telah menyelenggerakan dan membantu berbagai pihak dalam kegiatan sastra. Disamping itu bersama beberapa orang budayawan di daerah ini, telah menggagas berdirinya monumen bahasa dan Kamus Bahasa Melayu Riau.
“Tugu Bahasa sebagai simbol sejarah bahwa Bahasa Melayu Riau merupakan penyumbang terbesar Bahasa Indonesia. Sedangkan Kamus Bahasa Melayu Riau yang akan disusun nantinya memungkinkan untuk dapat mengungguli Kamus Dewan di Malaysia dan Kamus Besar Bahasa Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu Ketua Panitia Pelaksana, Drs. Jhon Analis mengatakan, maksud dan tujuan seminar kali ini adalah untuk mempertahankan harkat dan martabat bahasa dan sastra Melayu Riau, dengan mempercepat proses pembangunan tugu Bahasa dan lahirnya Kamus Bahasa Melayu dialek daerah Riau. Disamping itu juga untuk meletakkan dan merumuskan dasar-dasar pembentukan Lembaga Dewan Bahasa dan Sastra di Provinsi Riau.