Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
No data available
News
05 maret 2009 05:25
Applaus, Respons Positif Festival Minang Talenta
Sumatra Barat - Tanggal 2 Maret 2009, menjadi sejarah bagi TVRI Sumbar karena Festival lagu Minang yang dikenal dengan Minang Talenta mulai digelar. Tepat pukul 20.00 WIB diawali dengan Tarian Minang, dan muncul pembawa acara Ajo Andre serta Ecylia, siaran langsung pun mulai on air seantero negeri.
Dari 5 peserta yang tampil di antaranya Sri Widiastuti membawakan lagu Andam Oi, memukau penonton. Tidak saja yang berada di gedung pertunjukan Taman Budaya Padang, juga pemirsa yang ada di rumah. Berdasarkan informasi yang di terima dari TVRI Jakarta, para perantau dari Pekalongan, Surabaya, Bandung dan beberapa kota besar lainnya, sangat menyambut baik dan sangat senang dengan adanya festival ini.
Tontonan yang juga sekaligus hiburan bagi perantau, sudah dinanti-nantikan, karena orang minang sudah lama tidak berkirah di pentas nasional. Pada hal Sumatra Barat sejak dulu dikenal dengan orang seni, baik seni tarik suara, seni pertunjukan dan seni berdiplomasi.
Suasana di Gedung pertunjukan semakin semarak dengan tampilnya Dedi Sarianto membawakan lagu hujan dan diikuti peserta ketiga yaitu Boby Effendi menyanyikan lagu Bareh Solok. Alunan lagu yang sedikit melankolis yang dibawakan oleh Silvi Farah Diana Rahayu, membuat penonton semakin takjub dan timbul decak kagum, karena ditengah menurunnya minat generasi muda akan lagu daerah, masih ada mutiara yang berkilauan dari Sumatera Barat dengan suara emasnya. Diakhiri pertunjukan Mendra menyanyikan lagu Sinona dengan penuh semangat dan ekspresi seperti penyanyi profesional, membuat hidup suasana festival lagu minang ini.
Jeda waktu antar penyanyi diisi dengan komentar dari juri, yaitu Asnam Rasyid, kepala Taman Budaya Padang, Roza Firdaus, mantan juara bintang radio dan TV di Sumatra Barat dan penyanyi asal Kota Padang, Kardi Tanjung yang selalu mengkritisi penyanyi tentang penjiwaan atau membawakan lagu harus dengan penghayatan.
Di tengah-tengah pertunjukan, presenter TVRI Sumbar, Ade Magri Lubis mewawancarai Kepala Dinas Pariwisata Sumatra Barat, Prof. James Hellyward, yang sangat kagum dengan acara Minang Talenta, karena begitu banyak generasi muda yang ikut ambil bagian untuk mengikuti Minang Talenta.
Dipenghujung acara, Ajo Andre dan Ecilya, mengumumkan dua orang peserta yang akan melanjutkan ke babak berikutnya dan dengan suasana agak menegangkan, akhirnya keluar sebagai peserta yang akan mengikuti Lomba berikutnya yaitu Bobby Efendi dan Mendra.
Semi final tahap kedua tanggal 4 Maret 2009, tampil Yola Aurelia Laksmi dengan menyanyikan lagu Kampuang nan Jauh di Mato, penyanyi muda diantara 15 penyanyi lainnya tampil dengan percaya diri, di samping itu, Octa Prima Arzein melagukan Pasan Buruang, tampil dengan prima denga cengkok lagu memukau penonton.
Rindi Wirdiyansyah, asal Sawahlunto membawakan lagu Lansek Manih, Suci Mutiara menyanyikan lagu Sansaro dan Robby Ferdian asal Pariaman membawakan lagu Rang Talu.
Dewan juri memilih 2 penyanyi yang akan masuk ke babak berikutnya yaitu Octa Prima Arzein dan Suci Mutiara. Babak penyisihan berikutnya akan digelar tanggal 8 Maret 2009, dengan jam tayang yang sama yaitu pukul 20.00 WIB dan final tangga 9 Maret 2009, disiarkan langsung oleh TVRI dari Taman Budaya Padang.
Pengunjung taman budaya, sangat bangga dengan TVRI, karena masih konsen dengan lagu daerah di tengah derasnya musik pop dan hinggar bingar lagu barat yang digandrungi generasi muda saat ini. Bravo TVRI. Fuad Syarif (*)