Wednesday, 29 April 2026   |   Wednesday, 12 Dzulqaidah 1447 H
Visiteurs en ligne : 0
aujourd hui : 4.313
Hier : 22.835
La semaine dernière, : 169.256
Le mois dernier : 101.098.282
Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

23 mei 2009 05:15

Gubernur Aceh Terima Buku `Aceh di Mata Urang Sunda`

Gubernur Aceh Terima Buku `Aceh di Mata Urang Sunda`

Banda Aceh, NAD - Khazanah tentang Aceh kontemporer kembali bertambah dengan terbitnya sebuah buku berjudul “Aceh di Mata Urang Sunda”. Buku yang diterbitkan Bandar Pubhlising, Banda Aceh itu, ditulis seorang jurnalis berdarah Sunda.   Buku itu mengupas semua sisi terkait kehidupan orang-orang Aceh pascarekonstruksi dan perdamaian. Menurut sejumlah pembaca, buku tersebut dinilai sangat original. Arif mengupas persoalan-persoalan Aceh dengan pisau analisisnya sebagai orang Sunda.        

Usai menyerahkan buku tersebut kepada Gubernur Irwandi Yusuf, pekan lalu, Arif Ramdan penulis buku ini juga membagikannnya kepada sejumlah pihak, termasuk Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Tgk H Badruzaman Ismail, yang saat itu juga berada di Meuligo Gubernur Aceh. “Saya menilai buku ini sangat original. Sangat jujur, meski sedikit datar. Ini wajar saja, karena penulisnya orang Sunda. Tapi, buku ini sangat menarik,” ujar AK Jailani, Ketua PWA Banda Aceh usai menerima buku tersebut.

Sementara itu, Arif Ramdan Jumat (15/5) menyebutkan, proses penulisan buku dimulai sejak dirinya hijrah ke Aceh pascatsunami 2004 lalu.  Pria kelahiran Sunda itu merasa harus menulis hal ikhwal Aceh sebagai bumi tempatnya berpijak kini. “Saya menjadi relawan kemanusiaan tahun 2005. Sejak saat itu saya menulis tentang Aceh. Saya tertarik menulis Aceh dan mencoba memahaminya,” ujar Arif seraya menambahkan, banyak buku yang ditulis penulis Aceh pascatsunami dan ini menunjukan kemajuan penulis Aceh.

Arief menyebutkan, geliat dunia penulisan di Aceh semakin terlihat jelas pascatsunami. Hal itu terlihat dari banyaknya karya dalam bentuk buku. Dengan harapan, buku ini menjadi sumbangsih pemikiran bagi kemajuan Aceh.

Buku cetakan I pada April 2009 terdiri dari 200 halaman yang antara lain memuat kutipan Drs HR Hidayat Suryadilaga Pengamat Budaya Sunda, Dek Nong penyair Aceh, H Sjamsul Kahar Pimpinan Umum Harian Serambi Indonesia dan Dr Ir Ahmad Humam Hamid MA Sosiolog Aceh. Buku ini menampilkan lukisan wajah seorang nenek yang dilukis oleh Mahdi Abdullah dengan editor Murizal Hamzah. (irn)

Sumber: http://www.analisadaily.com
Credit Photo: http://diandrabooks.wordpress.com


Read : 3.728 time(s).

Write your comment !