Wednesday, 29 April 2026 |Wednesday, 12 Dzulqaidah 1447 H
Visiteurs en ligne : 0
aujourd hui
:
2.935
Hier
:
22.835
La semaine dernière,
:
169.256
Le mois dernier
:
101.098.282
Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
No data available
News
26 juli 2007 07:29
Piagam ASEAN Mengedepankan Nilai HAM
Manila- Piagam ASEAN yang sedang disusun oleh para diplomat negara-negara di Asia Tenggara dipastikan akan mempromosikan nilai-nilai hak asasi manusia (HAM). Piagam tersebut juga akan menentang segala bentuk kudeta yang terjadi di kawasan Asia Tenggara.
"Piagam itu akan membawa ASEAN menjadi organisasi yang benar-benar berdasarkan aturan," kata Asisten Menteri Luar Negeri Filipina Luis Cruz di Manila, Rabu (25/7).
Piagam ASEAN itu juga memuat keinginan ASEAN untuk menjadikan Asia Tenggara sebagai kawasan yang bebas dari senjata nuklir dan senjata pemusnah massal lain.
Para diplomat dari negara-negara anggota ASEAN diharapkan dapat segera menyelesaikan piagam itu sebelum pertemuan tingkat menteri pekan depan di Filipina. Piagam ASEAN dijadwalkan untuk ditandatangani para kepala negara pada November mendatang.
Menurut Cruz, Piagam ASEAN mengandung banyak prinsip dasar ASEAN dan telah diobservasi secara mendalam, termasuk prinsip tentang tidak ikut campur urusan dalam negeri anggota lain.
Persoalan HAM menjadi fokus pembahasan para diplomat dalam menyusun Piagam ASEAN. Persoalan penegakan HAM di Myanmar adalah salah satu persoalan yang banyak dibahas.
Dalam draf piagam tersebut negara-negara anggota ASEAN diminta untuk menghormati kebebasan mendasar, mempromosikan dan melindungi HAM, serta mempromosikan keadilan sosial.
Seorang diplomat ASEAN mengatakan, gugus tugas yang menyusun draf tersebut belum memutuskan apakah akan dibentuk sebuah komisi HAM. Beberapa anggota ASEAN khawatir komisi seperti itu akan mengganggu prinsip dasar yang dianut selama ini, yaitu tidak mencampuri urusan dalam negeri anggota lain.
Ketua Tim Penyusun Piagam ASEAN, Rosario Manalo mengatakan komisi itu akan memungkinkan ASEAN untuk menyelesaikan masalah HAM di kawasan dengan cara sendiri.