Wednesday, 10 June 2026 |Wednesday, 24 Dzulhijah 1447 H
Visiteurs en ligne : 5.242
aujourd hui
:
56.477
Hier
:
25.426
La semaine dernière,
:
227.151
Le mois dernier
:
9.252.016
Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
No data available
News
19 juni 2009 02:00
Kupas Sejarah dalam Upaya Menentukan Hari Jadi Kota Batam
Batam, Kepri - Seminar Hari Jadi Kota Batam digelar di Gedung Wali Kota Batam, Rabu (17/6) kemarin. Pembicara dan tiga panelis sama-sama merunut Batam dari latar belakang sejarahnya. Tampil sebagai pembicara Aswandi Syahri yang melontarkan gagasan untuk melacak kembali Hari Jadi Batam, Raja Isa, dan jejak awal sejarah pemerintahan di Pulau Batam (1829-1913). Tiga panelis dalam acara ini antara lain budayawan Rida K Liamsi, Nyat Kadir, dan Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam Imran AZ. Bertindak selaku moderator adalah Hendrianto.
Dalam penyampaian materinya, Aswandi mengulas sejarah Batam dengan mengangkat tokoh Raja Isa. Disebutkan, dari dokumen-dokumen Belanda sezaman, Raja Isa tampaknya dipandang sebagai tokoh penting dalam keluarga Diraja Riau. Menurut Arswandi, sumber lisan dan sebuah silsilah di Pulau Penyengat menyebutkan Raja Isa adalah seorang tokoh yang membuka sebuah “kampung baru” di Pulau Batam yang kini dikenal dengan nama Nongsa.
Secara historis, kata Aswandi, surat “pengukuhan” Raja Isa memegang perintah Nongsa dan rantau sekitarnya atas nama Sultan Abdulrahman Syah Lingga-Riau (1812-1832) dan Yang Dipertuan Muda Riau Raja Jakfar (1808-1832). Hal ini dalam kacamat Aswandi adalah hal yang sangat penting bagi sejarah Batam. Setelah Raja Isa wafat tahun 1831, “wilayah administrasi pemerintahan” Nongsa dan rantaunya mulai berkembang lebih maju dengan batasan-batasan yang mencakup seluruh kawasan Kepulauan Batam.
Setelah Aswandi memaparkan tulisannya, giliran tiga panelis mengurai pokok-pokok pikirannya. Dimulai dengan Rida K Liamsi yang juga banyak mengupas sejarah Batam. Ia menjelaskan proses terbentuknya Batam dari berbagai perspektif. Misalnya, Batam dimulai dari sebuah ladang perkebunan kemudian berkembang menjadi pemukiman. Rida K Liamsi juga mengangkat tokoh Raja Isa dan menyinggung tokoh Raja Kelana. “Apakah kehadiran Batam bermula dari Nongsa yang dibangun Raja Isa? Ini artinya Batam berusia 180 tahun (1829-2009). Atau Raja Kelana, artinya usia Batam 100 tahun (dari 1890),” kata sastrawan ini.
Sama dengan Rida K Liamsi, Nyat Kadir juga banyak mengupas Batam dari pendekatan sejarah. “Batam punya sejarah menarik,” katanya. Menurut mantan Wali Kota Batam ini, opsi yang harus digunakan adalah data yang paling aktual, lengkap, jejak sejarahnya ada (seperti makam-makam raja), ada semangat pemerintahan, ekonomi, dan kebanggaan sejarah masa lalu.
Sementara, Ketua LAM Imran juga mengurai latar belakang sejarah Batam dan menyebutkan tokoh Raja Isa. Menurut dia, ketokohan Raja Isa belum banyak diperbincangkan. “Perisitiwa pengukuhan Raja Isa jauh lebih tua dari Raja Kelana,” katanya. Imran mengatakan, pendekatan sejarah yang digunakan harus mempunyai catatan jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ketua Pansus Hari Jadi Batam Irwansyah mengatakan, dari tiga panelis, pokok pikirannya mengarah ke satu hal, yakni menggunakan latar belakang sejarah dalam menentukan hari jadi Batam. Wali Kota Batam Ahmad Dahlan, yang hadir dalam acara tersebut berharap, ini merupakan seminar terakhir dari dua kali seminar yang sudah digelar sebelumnya. “Sehingga bisa tetapkan Perda-nya,” katanya. Seperti diberitakan, Pemerintah Kota Batam mengusulkan penetapan Hari Jadi Kota Batam tanggal 24 Desember. Ini berpedoman pada PP Nomor 34 Tahun 1983 tentang Pembentukan Kota Administraif Batam.
Tawaran alternatif kedua dari pemerintah kota, yakni Undang-Undang Nomor 53 Tahun 1999, dimana pada tahun tersebut kotamadya administratif Batam berubah statusnya menjadi daerah otonomi, yakni Pemerintah Kota Batam. Di pihak lain, Otorita Batam (OB) juga memperingati hari jadi dengan berpedoman pada Keppres No.74 Tahun 1971 tentang Penetapan dan Pembentukan Kawasan Industri Pulau Batam. (why)