Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
No data available
News
04 juli 2009 01:30
Merantau dan Silat Angkat Tradisi Minang ke Kancah Dunia
Yogyakarta - Film Merantau yang ber-genre action dengan mengangkat budaya merantau dari Minang serta seni khas beladiri Silat Harimau, ternyata dilirik di tingkat internasional. Mei lalu trailer dan promo film garapan sutradara asal Inggris, Gareth Huw Evans mendapat kesempatan diputar di Festival Film Cannes. Kini Tim Merantau diundang ke Korea untuk mengikuti 13th Puchon International Fantastic Film Festival. “Film ini akan menjadi film penutup dalam festival di Puchon,” jelas Ruth Andriani dari Prasasta Reputation Management yang menjadi PR film tersebut, Selasa (30/6).
Dengan detail memperhatikan keseimbangan kualitas action dan drama, Film Merantau yang berdurasi 120 menit ini menampilkan drama action yang menampilkan gerakan-gerakan Silat Harimau yang memukau. Film yang dikemas apik dengan koreografi laga, gabungan antara ketangkasan pelakon dan kecanggihan teknologi, membuat film ini berbeda di genre action yang diwakilinya. “Judul `Merantau` diambil berdasarkan tradisi yang masih ada di Minang. Dimana seorang anak laki-laki yang menjelang dewasa wajib menjalankan ritual pergi merantau ke pulau seberang untuk mencari jati dirinya,” jelas Ruth.
Sutradara Gareth juga merasa sangat bangga film Merantau akan diputar sebagai film penutup pada Puchon International Fantastic Festival. Hal ini menunjukkan apresiasi yang tinggi dari komunitas film di Korea terhadap Film Merantau. “Selain Festival Punchon, kami juga diundang pada 4 Agustus mendatang sebagai film pembuka di acara 3rd Jogja NETPAC Asian Film Festival. Merupakankebanggaan tersendiri bagi kami dapat ikut serta dalam festival ini, di mana film ini diputar menjelang peluncuran Film Merantau pada 6 Agustus serentak di studio 21 dan Blitz Megaplex,” jelas Gareth.
Empat Bulan
Ruth menjelaskan, proses produksi Film Merantau memakan waktu empat bulan, dimulai dari bulan November 2008 sampai dengan Maret 2009 dan lokasi pengambilan gambar dilakukan di Jakarta dan Bukittinggi. Produser Ario Sagantoro berharap agar film Merantau dapat menjadi sebuah landasan bagi film laga di Indonesia ke depan. “Diharap mampu menciptakan local hero di hati para penonton Indonesia,” kata Ario. Meski tentu saja film Merantau lanjut Ario, tetap `mampu bicara` di kancah film internasional tidak kalah dengan film action dari Asia lainnya.
PT Merantau Film mempersembahkan film perdana `Merantau` yang merupakan film martial art Indonesia berstandar internasional. Film ini merupakan besutan sutradara Gareth Huw Evans berkolaborasi dengan Produser Ario Sagantoro yang dibintangi oleh Christine Hakim, Iko Uwais, Donny Alamsyah, Alex Abad, Sisca Jessica dan bintang aktor laga Prancis Laurent Buson dan Mads Koudal dari Denmark. Film Merantau akan dirilisserentak di Jaringan 21 dan Blitz Megaplex pada tanggal 6 Agutus 2009 mendatang. (Fsy)-c