Sunday, 26 April 2026 |Sunday, 9 Dzulqaidah 1447 H
Visiteurs en ligne : 607
aujourd hui
:
12.534
Hier
:
23.172
La semaine dernière,
:
7.342.256
Le mois dernier
:
101.098.282
Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
No data available
News
10 juli 2009 01:30
Ikuti Pertukaran Budaya, Pelajar Kalimantan ke Amerika
Kutai Timur, Kaltim - Prestasi membanggakan diraih pelajar asal Kutai Timur (Kutim), Mentari Awarantuka Oktaviani. Pelajar yang sedang menimba ilmu di SMA Negeri 10 Samarinda ini terpilih sebagai salah seorang peserta Youth Exchage and Study (YES) 2009. Dia akan berada di Amerika Serikat selama setahun. Tari, demikian Mentari Awarantuka Oktaviani akrab dipanggil, saat ini sedang mendalami Bahasa Inggris sebagai modal ke Amerika. Kemampuannya berbahasa Inggris dinilai masih belum mumpuni untuk bergaul di negeri Paman Sam tersebut.
“Anak saya sedang mendalami bahasa Inggris,” kata Rustam Thoha, ayah Tari ketika datang ke Kaltim Post Biro Sengata, kemarin. Dara kelahiran 19 Oktober 1992 itu sejak kecil sudah memiliki ciri-ciri anak yang cerdas. Jika sudah memiliki kemauan, ia akan berusaha mewujudkannya. Beragam cara dilakukan. Tari juga dikenal sebagai kutu buku.
“Dari kecil memang sudah ada tanda-tanda kepintarannya,” ujar Thoha bangga. Bahkan, Tari adalah lulusan SMP terbaik dari seluruh sekolah di Kutim saat itu. Nilai ujian matematika yang diperolehnya dan tercatat di ijazah adalah 10. Tanggal 8 Agustus nanti, Tari bersama sejumlah siswa lainnya akan berangkat ke Amerika Serikat. Di sana mereka akan menetap sampai Juli 2010. Selama berada di luar negeri, Tari dan teman-temannya akan bertukar kebudayaan dan juga pelajaran.
Hanya saja, saat ini yang sedang dipikirkan Thoha dan keluarganya adalah biaya selama berada di Amerika. Pasalnya biaya yang diperlukan amat sangat besar. Biaya langsung untuk mengirim seorang siswa mencapai 7.600 dolar Amerika Serikat. Dengan kurs rupiah di angka Rp 10 ribu per dolar, maka biaya diestimasikan mencapai Rp 76 juta. Sedangkan pemberangkatan secara pribadi bisa menghabiskan dana mencapai Rp 200 juta sampai Rp 280 juta. Thoha berharap ada bantuan dari Pemkab Kutim maupun pihak ketiga lainnya di Kutim yang bisa membantu pendanaa keberangkatan anak pertamanya itu. “Saya berharap ada yang membantu,” pungkas Thoha. (ahmad dardiri)