Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
No data available
News
03 agustus 2007 08:12
5 Ribuan Warga Talang Mamak Buta Huruf
Lebih dari 5.000 orang Talang Mamak Buta huruf. Sangat diperlukan sekolah formal di Desa Sungai Ekok, Kecamatan Rakit Kulim-Inhu untuk memulai pemberantasan buta huruf bagi mereka.
Pekanbaru- Desa Sungai Ekok terletak sekitar 60 km dari Kota Belilas, dihuni oleh sekitar 60 KK atau 300 jiwa Suku Talang Mamak, merupakan salah suku asli yang ada di Indragiri Hulu-Riau. Desa ini tergolong desa miskin dan sekitar 90 % penduduknya buta huruf.
Di sekitar desa terdapat perkebunan kelapa sawit milik PT Meganusa Inti Sawit dan desa transmigrasi yang lebih maju karena bekerjasama dengan persahaan tersebut untuk membangun kelapa sawit. Kesenjangan ekonomi, sosial sangat amat terasa antara desa Talang Mamak dengan desa transmigrasi.
Bertahun-tahun penduduk Talang Mamak Sungai Ekok mengharapkan adanya bangunan sekolah negeri sebagai tempat belajar mengajar bagi anak-anak Talang Mamak. Namun pemerintah hanya berjanji dan seakan tidak peduli, usulan dua kali dilayangkan tetapi dibangunkan di tempat lain.
Kebodohan Talang Mamak sering digunakan oleh oknum pedagang dan oknum luar termasuk oknum pemda untuk mencari keuntungan terkait berbagai perijinan yang telah diberikan kepada perusahaan perkayuan dan perkebunan yang berdampak semakin sempitnya ruang hidup dan wilayah mereka.
"Kami memang orang bodoh dan orang buta, dan kami perlu bantuan dari pemerintah dan pihak lain. Kami dibodohi dan menjadi ajang keuntungan. Ibarat pepatah ”kami orang bodoh diperbodoh, orang buta diperbuta” kata Tokoh masyarakat Talang Mamak Sungai Ekok, Kamis (2/8)
Padahal cara mereka mengelola hutan dan lahan dapat menyelamatkan sumberdaya, budaya dan bahkan berguna bagi semua orang. Karena hingga kini mereka mampu mempertahankan hutan adat seluas 2.000 ha yang juga siap digerogoti oleh pihak luar karena kebodohan dan terjadi konflik horizontal bagi mereka.
Karena bangunan sekolah tak kunjung tiba, bersama masyararakat, Yayasan Alam Sumatera (YASA) yang merupakan organisasi yang konsen terhadap lingkungan dan masyarakat adat, mendirikan bangunan sekolah sederhana. Hanya berdinding papan kayu yang beratap sirap berukuran tidak lebih dari 4 x 6 meter.
Bangunan sederhana itu berada tepat di samping rumah pemimpin adat tertinggi Durian Cacar Patih Gading dengan harapan kelangsungan pendidikan bagi anak-anak Talang Mamak juga diawasi langsung oleh para tetuanya. Untuk meningkatkan sumber daya manusia, goro lokal desa, Tajam, ditraining dan ditunjuk YASA untuk menjadi guru lokal.
"Tajam merupakan Pemuda Talang Mamak yang gigih memperjuangkan pendidikan Talang Mamak. Ia memiliki komitmen dan pintar serta mengerti bagaimana cara anak-anak Talang Mamak belajar-mengajar ujar direktur eksekutif YASA Mangara Silalahi. Kamis (2/8).
Menurut Mangara, kendatipun YASA nanti kehabisan dana, Tajam akan tetap mengajar di sekolah sederhana tersebut. Minimal memberantas buta huruf bagi adik-adik dan kemanakannya.
Saat ini anak-anak suku talang mamak yang bersekolah hanya sekitar 28 orang. Mereka sudah bisa baca tulis dan hitung. Sementara 50 orang anak usia sekolah lainnya belum bisa mengecap pendidikan dasar tersebut karena letak yang berjauhan.
Ironisnya, para pemuda dan orang tua pada generasi sebelumnya hingga kini masih buta huruf. Untuk itu, Mangara mentargetkan bahwa sasaran kedua direncanakan akan melakukan pemberantasan buta huruf bagi pemuda dan orang tua Talang Mamak.
"Untuk itu kita membutuhkan dukungan dari berbagai pihak dalam upaya pemberantasan buta huruf bagi suku talang mamak yang hingga kini tidak kurang dari 5000 warganya masih buta huruf. Dengan mengacu survey YASA yang dilakukan pada tahun 2000, sedikitnya 5.776 jiwa ( 90 % dari 6.418 jiwa) Orang Talang Mamak yang tersebar di 3 kecamatan yaitu Rengat Barat, Rakit Kulim dan Batang Gangsal saat ini masih buta huruf dan butuh perhatian serius dari pemda Inhu dan pemprov Riau," katanya yakin.
Sumber : www.riauterkini.com Kredit foto : www.inhu.go.id