Wednesday, 22 April 2026   |   Wednesday, 5 Dzulqaidah 1447 H
Visiteurs en ligne : 143
aujourd hui : 6.085
Hier : 24.407
La semaine dernière, : 7.342.256
Le mois dernier : 101.098.282
Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

15 agustus 2009 01:15

Peserta Pawai dan Karnaval di Babel Membludak

Peserta Pawai dan Karnaval di Babel Membludak

Pangkalpinang, Babel - Peserta pawai tahun ini dipastikan membludak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Peningkatan jumlah peserta terjadi di semua kegiatan, terutama kendaraan hias meningkat 200 persen. Pawai pembangunan pada Jumat (14/8) dibuka Gubernur Bangka Belitung, Eko Maulana Ali. Koordinator lapangan pawai 17 Agustus, Padli, mengatakan, jumlah pendaftar pawai sudah melebihi target tahun-tahun sebelumnya. Meskipun sudah banyak, pihaknya masih membuka pendapatkan hingga hari H supaya acara lebih semarak. Sedangkan untuk peserta parade drumband, sudah delapan peserta yang pasti berlaga.

"Lomba lainnya seperti motor hias, kalau tahun lalu hanya 31 regu, sekarang sudah 68 regu, tidak menutup kemungkinan bertambah lagi mengingat pendaftaran masih dibuka," ungkap Padli, Kamis (13/8). Ia menilai, membludaknya peserta menandakan antusiasme masyarakat memeriahkan pawai pembangunan kali ini cukup tinggi. Ia menambahkan, pemenang langsung disampaikan usai kegiatan, namun pembagian hadiahnya belum pasti. Dengan banyak peserta, Padli memperkirakan pawai akan berlangsung hingga malam hari. "Sebetulnya kita khawatir juga, namun kita harapkan dapat berjalan baik dan tepat waktu sesuai yang kita harapkan," tukasnya.

Sementara Gubernur Eko Maulana Ali mengimbau pihak sekolah untuk tidak memaksakan siswa. Jika tidak mampu dan jangan terlalu berlebihan mengikuti pawai 17 dan karnaval ini. "Sepanjang dilaksanakan dengan iklas tidak masalah tapi kalau dalam tekanan jangan. Apalagi sampai memaksakan kepada siswa," kata Gubernur, Kamis (13/8) usai sidang paripurna di DPRD Babel.

Gubernur mengakui, selama ini masyarakat masih memiliki budaya konsumtif. "Terkadang memang ada gunanya, namun harus ada pertimbangan, jangan lantas ingin terlihat indah malah memberatkan. Pokoknya jangan terlalu berlebihan dalam mengekspresikan sesuatu," tegasnya. (i4)

Sumber: http://beta.bangkapos.com
Kredit Foto: http://www.antarafoto.com


Read : 2.657 time(s).

Write your comment !