Wednesday, 29 April 2026   |   Wednesday, 12 Dzulqaidah 1447 H
Visiteurs en ligne : 0
aujourd hui : 6.284
Hier : 22.835
La semaine dernière, : 169.256
Le mois dernier : 101.098.282
Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

21 agustus 2009 03:22

Nasionalisme Warga Perbatasan Tak Luntur

Nasionalisme Warga Perbatasan Tak Luntur

Nunukan, Kaltim -  Peringatan Hari Kemerdekaan ke-62 digelar semarak di Kalimantan Timur yang menjadi kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia. Meriahnya peringatan tersebut menjadi bukti masih tingginya rasa nasionalisme masyarakat perbatasan yang belakangan ini kerap diragukan. Upacara peringatan detik-detik proklamasi digelar khidmat di dua lokasi di kawasan perbatasan. Masing-masing di Lapangan Sei Nyamuk dan di area patok perbatasan Aji Kuning Kecamatan Sebatik, Nunukan. 

Upacara pengibaran Sang Merah Putih di area patok perbatasan Aji Kuning bahkan melibatkan anggota marinir TNI Angkatan Laut (AL). Bertindak sebagai komandan upacara Lettu Cpl Asep, sementara sebagai inspektur upacara, Danramil Sebatik Kapten Inf Martono. Usai upacara pengibaran bendera, dilakukan peresmian prasasti di area patok perbatasan, yang ditandatangani mantan Danramil 0911-02 Sebatik Kapten CHB AM Sudirman dan tokoh masyarakat Sebatik, H Herman HB. Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh H Herman serta disaksikan masyarakat dan undangan.

Tak hanya itu, masyarakat Sebatik juga mengucapkan ikrar kesetiaan, mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Bahkan aksi damai dan orasi juga disampaikan kelompok mahasiswa dan pelajar di Sebatik. “Semua kegiatan yang selama ini menjadi tradisi tahunan dalam peringatan hari kemerdekaan sudah kita gelar dengan lancar,” tegas Mansyur Rincing, Ketua LSM L-Haerindo.

Usai acara, H Herman, tokoh masyarakat Sebatik yang selama ini banyak memberikan kontribusi pada kegiatan sosial masyarakat, juga merayakan ulang tahunnya bertepatan dengan hari kemerdekaan. Sebagai bentuk syukur, Herman menyerahkan santunan kepada anak yatim piatu yang ada di Sebatik. Tak heran jika kemarin, FKPPI Sebatik menobatkan H Herman sebagai Bapak Pembangunan Sebatik. “Kecintaan masyarakat perbatasan dengan NKRI tidak hanya terbukti dalam kegiatan ini saja, tapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Jadi tidak benar kalau selama ini di media massa disebutkan, nasionalisme warga perbatasan diragukan,” tegasnya.

Rangkaian kegiatan untuk menyemarakkan HUT RI Ke-64 Tahun, sebelumnya juga digelar Minggu (16/8) lalu. Tak kurang 1.500 warga, sambil mengenakan kaos bertuliskan “Merah Putih Terpatri di Dadaku”, mengikuti kegiatan jalan santai yang mengambil start di Desa Sei Bajau, Sebatik dan finish di Lapangan Sepak Bola Aji Kuning. Nuansa merah putih juga mewarnai Pulau Sebatik. Mulai dari pagar rumah warga, umbul-umbul hingga pernak-pernik merah putih menghiasi hampir semua sudut kawasan Sebatik.

Minggu malam, digelar pengukuhan Paskibra di Hotel Queen, dilanjutkan dengan lomba tata boga. Upacara detik-detik proklamasi juga digelar di lapangan Sei Nyamuk. Diikuti seluruh staf Kecamatan Sebatik, unsur Muspika, anggota DPRD periode 2009-2014 dari dapil II, mantan anggota DPRD, pelajar, masyarakat setempat termasuk masyarakat nelayan. Hujan yang turun mengguyur upacara juga tak mengurangi besarnya antusias masyarakat. Bertindak sebagai komandan upacara, Letda (Mar) Deny Aprianto, sementara Camat Sebatik Suhaedi sebagai inspektur. Upacara juga dimeriahkan dengan atraksi koloni senapan dari pasukan marinir dan beladiri karate. (dew)

Sumber: http://www.kaltimpost.web.id/ (19 Agustus 2009)

Kredit foto: http://perdian.wordpress.com//
Read : 2.905 time(s).

Write your comment !