Tuesday, 26 May 2026   |   Tuesday, 9 Dzulhijah 1447 H
Visiteurs en ligne : 1.912
aujourd hui : 28.512
Hier : 23.907
La semaine dernière, : 221.971
Le mois dernier : 15.288.374
Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

25 agustus 2009 01:15

Empat Negara ASEAN Tekan Arab Saudi Soal Maktab

Empat Negara ASEAN Tekan Arab Saudi Soal Maktab

Jakarta - Jelang datangnya musim haji, empat negara berpenduduk muslim terbesar di ASEAN satu suara dan bakal menekan Pemerintah Arab Saudi. Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura meminta agar Arab Saudi menetapkan standardisasi pondokan (maktab) haji. Itu adalah salah satu poin kesekapatan pertemuan tingkat teknis empat negara tersebut akhir pekan lalu. “Standarisasi pondokan haji akan membantu negara-negara yang menjadi tamu Allah ketika tinggal di Tanah Suci untuk beribadah,” terang Sekretaris Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Depag Abdul Ghafur Djawahir di Jakarta, Ahad (23/8). Hadir dalam pertemuan tersebut pejabat setingkat Sekjen, Dirjen, dan Direktur Depag masing-masing negara.

Menurut Ghafur, persoalan pondokan tidak hanya dirasakan Indonesia. Negara-negara ASEAN lainnya juga merasa bahwa harga pondokan haji di Arab Saudi setiap tahun selalu naik. Selain soal standar harga, terang dia, hasil pertemuan itu juga mengharapkan agar Pemerintah Arab Saudi menetapkan standar fasilitas bagi jamaah. “Misalnya standardisasi soal listrik, pendingin ruangan, air, dan kebersihan,” jelasnya.

Dari hasil pertemuan tersebut, empat negara juga mendesak Saudi agar memberikan standarisasi terkait masalah transportasi. Pemilik pondokan harus menjamin pemindahan jamaah dari maktab ke Masjidi Haram dan sebaliknya. “Kami siap membayar biaya transportasi ini asalkan modalnya benar-benar ada dan tersedia. Untuk memudahkan, kami berharap kendaraan atau bus disediakan pemilik pondokan. Jadi satu paket dengan maktab,” tegasnya.

Menurut Ghafur, hasil pertemuan tingkat teknis empat negara ASEAN akan dibawa sebagai rekomendasi kepada menteri agama-masing-masing negara untuk dibahas berikutnya pada pertemuan tahunan menteri agama empat negara tersebut. “Untuk tahun ini, pertemuan diselenggarakan di Brunei Darussalam. Kemungkinan sebelum penyelenggaraan haji,” jelasnya.

Alumnus Al Azhar itu menambahkan, keempat negara berharap Arab Saudi bisa menindaklanjuti keinginan atau harapan dari hasil pertemuan empat negara ASEAN. Hal itu dengan mempertimbangkan jumlah jamaah haji keempat negara ini setiap tahun cukup besar. Dua tahun terakhir, jumlah jamaah haji Indonesia sekitar 207 ribu per tahun, Malaysia 26 ribu, Singapura empat ribu dan Brunei Darussalam enam ribu. “Selain itu, setidaknya saat ini ada dua negara ASEAN lain yang ingin bergabung dalam pertemuan rutin tahunan menteri agama tersebut,” tegasnya.

Ketua Tim Pengawas Haji DPR, Muhammad Said Abdullah sepakat dengan hasil koordinasi empat negara itu. Dia menegaskan, yang terpenting dilakukan pemerintah saat ini jangan hanya mencari pondokan yang jaraknya lebih dekat dengan Masjidil Haram. Namun, juga mendesak Arab Saudi untuk menentukan standar harga pemondokan. “Ini akan menguntungkan Indonesia karena jumlah jamaahnya paling besar di dunia,” terang dia.

Selain batasan harga, pemondokan juga harus sesuai kriteria seperti layak huni dan layak sewa. Said lantas memaparkan hasil temuan bahwa tahun ini mendapatkan pemondokan yang tidak sesuai seperti diharapkan. “Fasilitas kamar setiap gedung pemondokan seperti kamar mandi dan alat pemanas sangat minim. Bahkan, ada yang tidak memiliki tangga darurat. Ini berbahaya,” tegasnya. Padahal, harga sewa rumah setiap jamaah sudah dinaikkan menjadi 3 ribu riyal dari tahun sebelumnya 2 ribu riyal. Apalagi, Depag hanya mampu menempatkan 26 persen dari seluruh jamaah di Ring I yang berjarak maksimum 1,6 kilometer dari Masjidil Haram.

Karena itu, Said meminta pemerintah kembali mencari pemondokan yang lebih dekat dari Masjidil Haram. Waktu tiga bulan ini, menurut dia, dapat digunakan sebaik-baiknya oleh Depag. “Saya rasa, masih sempat mencari pemondokan lagi di Ring I. Tahun lalu, September dan Oktober masih bisa dapat,” ujarnya. (zul/oki/jpnn)

Sumber: http://www.riaupos.info
Kredit Foto: http://www.waspada.co.id


Read : 3.183 time(s).

Write your comment !