Wednesday, 10 June 2026   |   Wednesday, 24 Dzulhijah 1447 H
Visiteurs en ligne : 3.906
aujourd hui : 39.302
Hier : 25.426
La semaine dernière, : 227.151
Le mois dernier : 9.252.016
Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

19 sepember 2009 01:45

Mahasiswi Asal Malaysia Merasa Aman di Padang

Mahasiswi Asal Malaysia Merasa Aman di Padang

Padang, Sumbar - Mahasiswi asal Malaysia yang kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand) Padang merasa tetap aman tinggal di Kota Padang, meski saat ini hubungan Indonesia-Malaysia sempat memanas. "Di Padang kami merasa aman, tidak seperti di Jakarta yang dikabarkan ada aksi sweeping," kata Nur Ain (20), mahasiswa asal Sabah, Malaysia, di Padang, Rabu. Mahasiswi semester I Fakultas Kedokteran Unand itu mengaku tidak pernah mendapat perlakuan yang diskriminatif dari warga Padang baik di tempas kosnya, maupun di kampus.

"Saya kos di Jati Rawang, Padang. Selama ini baik-baik saja di tempat kos," akunya. Dia berharap, Indonesia-Malaysia dapat menjalani hubungan yang aman dan damai karena negara satu rumpun. Menurut dia, soal klaim Tari Pendet dan pelecehan lagu Indonesia Raya bukan dilakukan pemerintah Malaysia. "Tari Pendet itu materinya dibuat Discovery Channel, bukan pemerintah Malaysia," kata dia. Dia berharap, masalah itu tidak diperpanjang lagi karena pemerintah Malaysia juga sudah menyampaikan permintaan maaf. Nur Ain mengaku memilih kuliah di Padang karena dari tes yang diikuti, dia lulus di Fakultas Kedokteran Unand.

Tak berbeda dengan Nur Ain, mahasiswi asal Negeri Sembilan, Nur Aini (23), mengaku betah tinggal di Padang. "Sejak kuliah di Padang mulai 2005, saya tidak ada masalah di sini," kata dia. Dia mengatakan, hubungan yang terjadi antara Indonesia-Malaysia saat ini hanya disebabkan salah paham."Hal ini mesti dibicarakan dengan baik-baik oleh kedua belah pihak," kata Nur. Mahasiswi ini berharap, pemerintah Malaysia mempertimbangkan keberadaan para pelajar negeri itu yang kuliah di Indonesia. "Perlu diperhatikan kebajikan kami yang tinggal di Indonesia," katanya mengingatkan.

Sebelumnya, Rektor Unand, Prof. Dr. Musliar Kasim, mengungkapkan, Unand akan tetap menerima mahasiswa baru dari Malaysia.  Saat ini ada sekitar 300 lebih mahasiswa dari Malaysia menuntut ilmu di tiga fakultas di Unand yakni Fakultas Kedokteran, Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIP) dan Farmasi. Jumlah mahasiswa asal Malaysia terbesar terdapat di Fakultas Kedokteran. Menurut Dekan Fakultas Kedokteran Unand, Masrul, terdapat 270 mahasiswa asal Malaysia menuntut ilmu di tingkat I hingga V di fakultas itu. Unand setiap tahun menerima 50 mahasiswa asal Malaysia. (antara)

Sumber: http://www.antaranews.com
Kredit Foto: http://www.monash.edu.au


Read : 3.655 time(s).

Write your comment !