Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
No data available
News
26 oktober 2009 03:30
Ketika Fashion Jadi Sarana Ekspresi Ganiati
Jakarta -Gaya busana atau fashion terutama di kalangan anak muda, memang merupakan salah satu sarana yang menunjukkan ekspresi si pemakai. Namun di tangan sekelompok anak muda asal Bandung yang menamakan dirinya Garing Mania Sampai Mati (Ganiati), fashion juga menjadi sarana ekspresi yang menunjukkan kebebasan jiwa.
Dengan busana yang cenderung berwarna-warni dan tak lazim, mereka mencoba mendobrak gaya busana dan fashion anak muda masa kini yang dinilainya monoton. Penampilan atraktif pun mereka tunjukkan di ajang UrbanFest 2009 yang digelar di Pasar Seni Taman Impian Jaya Ancol.
Lihat saja gaya salah satu pemuda dalam performing arts yang ditunjukkannya lewat tarian. Dengan memakai celana pendek ketat berwarna merah yang dipadukan dengan kebaya berwarna kuning, ia tampak lincah bergoyang mengikuti irama rap yang menghentak. Belum lagi aksesoris berupa kopiah yang dipadukannya dengan kacamata hitam yang nampak sangat kontras. Alhasil, ratusan pengunjung UrbanFest yang juga dari kalangan muda pun dibuat berdecak keheranan.
Untuk tampil di acara UrbanFest ini, Ganiati melibatkan seluruh anggotanya yang terdiri dari 50 mahasiswa dari Kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Menurut salah satu pengurus Ganiati, Satria Wiguna, busana yang mereka tampilkan memang merupakan sarana ekspresi kebebasan jiwa. Menurut mahasiswa jurusan seni rupa ini, gaya berbusana yang sekarang berkembang di kalangan anak muda sudah banyak terkontaminasi oleh budaya massal di media massa. "Mereka tidak bisa menentukan sendiri apa yang akan mereka pakai. Semua cenderung mengikuti gaya-gaya dari public figure di televisi," tuturnya.
Salah satu hal yang ingin ditampilkan Ganiati dalam busananya, adalah sikap independen dan tidak terpengaruh oleh tren yang sedang berkembang. "Jadi tidak menarik kalau anak muda semua gaya pakaiannya begitu-begitu aja. Harus ada gebrakan," katanya.
Meski demikian, ia mengelak jika apa yang ditampilkan kelompoknya dinilai mengikuti gaya Harajuku, yakni gaya busana eksentrik yang berkembang di kalangan anak muda Jepang. "Busana kami semua dari budaya lokal. Kami juga pakai batik, kebaya, blangkon, sampai selendang. Pokoknya, kami ini sombong dengan kreativitas," cetusnya.
Selain menampilkan busana "nyentrik", puluhan pemuda ini juga menampilkan berbagai atraksi unik lewat tarian dan senam dengan gerakan-gerakan lucu yang mengundang tawa pengunjung UrbanFest. Lia (20) salah satu pengunjung UrbanFest mengaku tertarik melihat gaya busana yang ditampilkan kelompok Ganiati. Menurutnya busana yang mereka pakai sangat unik dan tidak biasa. "Ada beberapa yang gayanya bagus dan masuk akal. Kayaknya ada beberapa yang mau aku tiru," tandasnya.