Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
No data available
News
02 november 2009 07:00
Tak Ada Lagi Tandu Khatam Alquran
Pontianak -Tradisi khatam Alquran dengan cara mengarak pakai tandu menuju rumah guru, kini hampir tak ada lagi diselenggarakan di Pontianak.
Ketua Harian Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kabupaten Pontianak, HM Zaini HMS mengungkapkan, dulu anak yang akan melaksanakan khataman akan digotong dengan tandu menuju rumah guru ngajinya.
"Meskipun masih ada khususnya di Mempawah, namun sudah tidak semarak lagi," ujarnya, Senin (26/10).
Zaini menuturkan penggunaan tandu dalam prosesi khataman, dimaksudkan sebagai pengganti kendaraan. "Juga untuk menyenangkan anak yang khatam Alquran, supaya tidak berjalan kaki saat mendatangi guru ngajinya," ujarnya.
Dengan tujuan menyenangkan anak itu pula, maka bentuk tandu dibuat sesuai dengan selera anak-anak. Ada yang berbentuk bintang, kapal laut, pesawat, ikan, atau masjid.
Ketika tiba di rumah guru ngajinya, sang murid membaca juz terakhir Alquran, lalu membacanya kembali di rumahnya.
"Bisa juga sebaliknya, murid telah membacanya di rumah, baru di rumah guru ngajinya," ungkap Zaini.
Mendatangi rumah guru ngaji, menurut Zaini, sebagai bentuk penghormatan setelah mendapat ilmu sang guru. "Kedatangan murid kepada gurunya, biasanya sambil membawakan pakaian lengkap sebagai hadiah," jelas Zaini.
Selain itu satu talam berisi nasi dan lauk pauk lengkap. "Kalau dulu guru ngaji sangat dihormati, makanya banyak yang mendatanginya meskipun jaraknya jauh," ujar Zaini.
Zaini juga menyatakan keprihatinannya terhadap kondisi guru ngaji di era moderen ini."Lebih banyak guru ngaji datang ke rumah muridnya, terkadang kasihan juga melihatnya, ketika datang ternyata muridnya sedang ada kegiatan lain," jelasnya.
Keadaan demikian mengesankan kalau guru ngaji lebih membutuhkan murid. Pergeseran ini juga berpengaruh pada tradisi mendatangi guru ngaji dengan menggunakan tandu, saat melakukan khataman. (TP/rief)