Tuesday, 30 June 2026   |   Tuesday, 14 Muharam 1448 H
Visiteurs en ligne : 404
aujourd hui : 12.835
Hier : 33.607
La semaine dernière, : 218.136
Le mois dernier : 9.252.016
Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • No data available

 

Book Review



19 januari 2010 00:07

Tjilik Riwut berkisah. Aksi Kalimantan dalam Tugas Operasional Militer Pertama Pasukan Payung Angkatan Udara Republik Indonesia

Tjilik Riwut berkisah. Aksi Kalimantan dalam Tugas Operasional Militer Pertama Pasukan Payung Angkatan Udara Republik Indonesia

Judul Buku
:
Tjilik Riwut berkisah. Aksi Kalimantan dalam Tugas Operasional Militer Pertama Pasukan Payung Angkatan Udara Republik Indonesia.
Penulis
:
Tjilik Riwut
Penyunting
Dra. Nila Suseno
Penerbit:
Pusaka Lima, Palangkaraya
Cetakan
:
Pertama, Oktober 2003
Tebal
:
103 halaman
 

Buku ini merupakan catatan laporan Tjilik Riwut sebagai tentara Indonesia yang pernah ditugaskan untuk melakukan terjun payung di hutan Kalimantan Tengah. Catatan tersebut ditulis ulang oleh anak Tjilik Riwut sendiri yang bernama Nila Suseno (Nila Riwut).

Buku ini dapat dikatakan buku novel sejarah, karena ditulis dalam bentuk cerita. Latar belakangnya menggunakan situasi Kalimantan Tengah ketika zaman penjajahan Belanda. Walaupun hanya setebal 103 halaman, akan tetapi buku ini cukup menggambarkan situasi saat itu, yaitu saat penerjunan (hal 25), saat terperangkap dan ditangkap (hal 45), dan upaya pengorbanan prajurit (hal 65). Para pengkaji sejarah tampaknya perlu membaca buku ini.  

Buku ini banyak mengungkap situasi dan kondisi Kalimantan Tengah waktu itu serta proses pelaksanaan operasi militer pertama dengan terjun payung di pulau Kalimantan, yang saat itu dikuasai oleh tentara NICA. Tentu saja situasinya sangat heroik dan mencekam karena itu merupakan pengalaman terjun payung yang pertama. Sebagai penghargaan atas peristiwa itu, sekarang ini didirikan patung terjun payung untuk mengingat kepahlawanan mereka di kota Kotawaringin.

Membaca buku ini, pembaca secara psikologis akan ikut merasakan bagaimana Tjilik Riwut dan kawan-kawan ditangkap dan kemudian dijebloskan ke dalam penjara (hal 67). Pembaca juga akan serasa larut ketika membaca bagian tentang para tentara yang menyusuri sungai di hutan Kalimantan untuk menghindari tentara Belanda (hal 41).

Buku ini juga dilengkapi dengan biografi Tjilik Riwut, penghargaan, riwayat pekerjaan dan karya tulisnya. Dengan informasi ini, pembaca akan mengetahui lebih dekat tentang Tjilik Riwut sebagai pahlawan nasional yang membuat orang Dayak menjadi diperhitungkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Melalui buku kecil ini tampaknya Tjilik Riwut ingin menanamkan kesadaran yang berharga bagi anak cucu dan masyarakat Kalimantan, bahwa hutan Kalimantan merupakan salah satu daerah penting dalam percaturan sejarah Indonesia. Berdasarkan realitas sejarah ini, Tjilik Riwut juga ingin memberi pesan, bahwa hutan Kalimantan jangan hanya dipandang sebagai daerah yang kaya saja sehingga hanya layak untuk dieksploitasi.

Yusuf Efendi

Read : 2.884 time(s).