20 april 2015 07:07
Bahasa dan Kesusastraan Melayu dari segi Kebudayaan
Judul Buku
| : | Bahasa dan Kesusastraan Melayu dari segi Kebudayaan |
Penulis
| : | Syed Nasir bin Ismail dan Abdul Samad bin Ahmad |
| Penerbit | :
| Dewan Bahasa dan Pustaka |
Cetakan
| :
| Pertama, 1957 |
Tebal
| :
| i+ 32 Halaman |
Ukuran
| :
| 14 X 19 cm |
Buku ini awalnya merupakan kertas kerja untuk didiskusikan pada kongres kebudayaan Melayu yang pertama di Malaka, Malaysia pada 31 Desember 1957 sampai 1-2 Januari 1958. Dikarenakan isinya yang mengandung uraian dan ringkasan mengenai bahasa dan kesusastraan Melayu dari segi kebudayaan maka Dewan Bahasa dan Pustaka berinisiatif untuk membukukannya.
Jenis-jenis sastra yang dituturkan dalam buku ini terbagi atas beberapa dasar, di antaranya yang mempengaruhi kesusastraan Melayu. Pada zaman Hindu jenis sastra yang dituturkan tidak hanya berbentuk puisi namun terdapat pula bentuk-bentuk prosa, cerita atau dongeng, cerita tauladan dan lain sebagainya. Selain itu, kesusastraan Melayu juga dipengaruhi oleh perkataan-perkataan sansekerta, sehingga bahasa Melayu saat ini juga banyak terpengaruh dari bahasa sansekerta.
Ketika Islam mulai masuk ke kawasan Nusantara, pengaruh dari budaya Islam juga mulai mempengaruhi kebudayaan Melayu. Budaya Islam mempengaruhi bahasa dan tulisan Melayu yang pada akhirnya membuat bahasa Melayu banyak menyerap istilah dan kata-kata bahasa Arab. Tampak pada tulisan Melayu menggunakan tulisan Arab yang dikenal dengan Tulisan Arab Melayu.
Masuknya penjajah ke kawasan Melayu tidak hanya berdampak buruk terhadap Melayu itu sendiri. Dengan masukknya penjajah tersebut maka sultan-sultan di kawasan Melayu menjadikan bahasa Melayu dengan tulisan Arab Melayunya sebagai bahasa perantara ketika menulis surat kepada penguasa-penguasa penjajah pada saat itu. Dengan demikian bahasa Melayu dengan tulisan Arab Melayunya tersebar ke Nusantara dan menjadi bahasa perantara atau lingua franca di Nusantara.
Munculnya sastrawan serta penulis-penulis di kawasan Melayu juga semakin menambah kekayaan pada kebudayaan Melayu. Karya sastra yang dilahirkan tersebut semakin menambah kesusasteraan Melayu berada pada puncak kejayaannya. Kemerdekaan yang didapat oleh kawasan-kawasan Melayu juga menjadi dasar dalam memperkuat dan mengembangkan lagi kesusastraan Melayu menjadi lebih baik. Oleh karena itu, bahasa Melayu telah diakui sebagai bahasa resmi di beberapa Negara di kawasan Melayu hingga kini. (OS Koto/Res/09/04-2015)
Read : 950 time(s).